Edisi 17-05-2018
Proyek LRT Kelapa Gading Dikebut


JAKARTA - PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mengebut proyek light rail transit (LRT) Kelapa Gading-Velodrom.

Percepatan dilakukan dengan mendatangkan enam gerbong kereta pada akhir bulan ini. Padahal, sebelumnya PT Jak pro dijadwalkan hanya mendatangkan dua gerbong. Kemudian, enam gerbong lagi akan da tang pada Juni nanti se hingga pada perhelatan Asian Games 2018 sebanyak 16 gerbong yang dipesan sudah datang semua di Jakarta. “Kami harap tidak ada kendala pengiriman gerbong. Ke tika Asian Games, diprediksi hanya delapan dari 16 gerbong yang mendapatkan sertifikasi dan bisa beroperasi,” ujar Direktur Utama PT Jakpro Satya Heragandhi di Balai Kota DKI Jakarta kemarin.

Untuk memperoleh serti fikasi tentunya pemerintah pusat yang memiliki kewenangan melakukan itu. Sayangnya, LRT baru pertama kali di Indonesia sehingga peralatan uji coba untuk sertifikasi belum ada dan harus dilengkapi terlebih dulu. Menurut Satya, seluruh proyek konstruksi pendukung Asian Games yang ditugaskan pada PT Jakpro berjalan sesuai jadwal, bahkan sampai tahap pe nyelesaian sertifikasi. Keterlam batan hanya terjadi di bagian atas antara Velodrom-Ke la - pa Gading dan bisa diatasi de - ngan menggeser pengerjaan ke depo, lalu baru dipasang kem - bali di segmen atas. Hingga 28 April lalu, pengerjaan sudah sekitar 77,4%.

Dia optimistis proyek LRT akan selesai pada pertengahan Juni dan mendapatkan serti fi - kasi pada Juli. Selain itu, Jakpro telah mempersiapkan SDM dan penghitungan tarif serta biaya operasional termasuk pera wat - an LRT. Menurut dia, ada biaya pera - wat an nonsipil (nonin fra struk - tur) yang diserahkan Pemprov DKI kepada Jakpro yang pas ti - nya akan membebani biaya tarif operasional LRT. “Pada prinsip - nya, tarif tidak menggunakan me kanisme subsidi. Kami be r - anggapan sekitar Rp10.000- 14.000. Ada batas atas dan ba - wah. Jadi, ketika traffic kosong bisa lebih murah,” kata Satya.

Meskipun LRT baru sampai Velodrom-Kelapa Gading, peng guna LRT untuk mencapai Du kuh Atas hanya cukup me - ngeluarkan sekitar Rp10.000- 14.000. Saat perhelatan Asian Games, rencananya ada diskon menjadi Rp6.000. Dalam waktu dekat Jakpro akan duduk bersama dengan DPRD DKI membahas tarif su pa - ya sebisa mungkin tidak me - minta subsidi berupa public service obligation (PSO). Per te - mu an dengan DPRD juga akan membicarakan pembangunan fase II dari Velodrom menuju Ta - nah Abang yang rencananya me - makai skema Kerja Sama Pe me - rintah Daerah Dengan Badan Usaha (KPDBU). Nanti nya pihak swasta melakukan investasi untuk membangun nya.

“Hitungan tarif itu tetap dari Kelapa Gading hingga Dukuh Atas. Tarif tidak boleh di atas taksi dan ojek online . Tarif taksi ke Dukuh Atas sekitar Rp36.000-41.000. Sepeda mo - tor Rp19.000-24.000 sehingga tarif LRT Rp10.000-14.000 ma - sih terjangkau. Tidak perlu macet,” ungkap Satya. Ketua Bidang Perkere ta api - an Masyarakat Transportasi Indo nesia (MTI) Aditya Dwi Lak sana meminta PT Jakpro ber sama Pemprov DKI dan Ke - menterian Perhubungan me la - lui Badan Pengelola Trans por - tasi Jabodetabek (BPTJ) me - ma tangkan trase LRT yang men jadi kewenangan DKI se - belum membahas tarif se hing - ga integrasi moda transportasi tercipta dan tidak berimpitan dengan moda transportasi massal lainnya.

Sejauh ini Jakpro dan Pemprov DKI belum memiliki trase LRT yang jelas. Rencana per panjangan ke Tanah Abang menjadi salah satu contoh belum matangnya kajian trase, padahal trase itu penting agar moda transportasi massal ter - inte grasi. “Integrasi itu bukan hanya fisik. Sistem pembayaran dan jadwalnya juga harus terintegrasi,” ucapnya.

Bima setiyadi