Edisi 17-05-2018
Tak Kunjung Dibangun, Aset DKI Kembali Dikuasai Warga


JAKARTA - Kelambatan pembangunan yang dilakukan Sudin Bina Marga Jakarta Barat mem buat aset berupa jalan kem bali diokupansi bangunan liar.

Jalan tersebut berada di Men ceng Raya, Tegal Alur, Kalide res; Inspeksi Kali Grogol, Palmerah; serta Inspeksi Kali Apuran, Cengkareng. Kondisi ini membuat pe nertiban yang telah dilakukan se belumnya terpaksa harus diulang kembali. Anggaran penertiban tahun lalu pun menjadi sia-sia. Masyarakat yang sebe lumnya ditertibkan mulai kembali memperluas tempat ting galnya. Beberapa di antaranya bahkan mendirikan bangunan baru. “Daripada enggak dibangun juga mending saya luasin dulu rumah saya,” ujar Tasman, 47, war ga Jalan Inspeksi Kali Grogol, Palmerah, Jakarta Barat, kemarin. Penertiban di kawasan ini sudah dilakukan sejak per tengahan 2013.

Namun, hingga lima tahun lamanya pem bangun an tak kunjung dilakukan. Jalan Inspeksi Kali Grogol makin kumuh dengan banyak bong karan sisa pembangunan. Puing-puing bangunan kemu dian dibiarkan meng gunduk. “Sementara yang kena re lokasi sudah dipindah ke Ru sun - awa Daan Mogot,” katanya. Dia berharap Pemprov DKI se gera melanjutkan pem ba ngun an. Di Jalan Menceng Raya, Kali deres, pembangunan juga tak kunjung dilakukan meski pembebasan lahan telah di la - kukan sejak 2016. Di jalan se - pan jang 1,5 kilometer dengan lebar 24 meter itu sekarang ber - sih dari bangunan. Hanya tiangtiang listrik menempati sisi bangunan yang terbongkar. Tak semua jalanan itu bebas bangunan. Satu sudut jalanan masih terdapat bangunan se mi - per manen.

“Habis enggak di - bangun-bangun,” ujar Yasin, 38, pemilik warung. Meski demi - kian, dia siap membongkar wa - rung bila nanti pembangunan jalan dilakukan. Wali Kota Jakarta Barat Anas Efendi mengaku kecewa de ngan kelambatan pem ba - ngunan yang dilakukan Sudin Bina Marga Jakarta Barat. Se - mestinya untuk pem ba ngunan di Jalan Menceng, Kalideres te - lah dilakukan sejak 2016. “Kami kecewa karena hingga saat ini realisasi pembangunan Jalan Raya Menceng belum terea li - sasi,” ujarnya. Dia mengaku khawatir di lahan yang telah dibebaskan PT Sarana Jaya dan resmi milik Pemprov DKI akan kembali di - kuasai warga. Dia pun men de - sak pembangunan jalan segera dilakukan.

“Pelebaran Jalan Raya Menceng dibutuhkan un - tuk mengurai kemacetan. Pada pagi dan sore kemacetan di ka - wasan itu tak terelakkan lagi,” katanya. Terhadap pembangunan jalan inspeksi di dua lokasi lain, menurut Anas, itu kewenangan tim normalisasi DKI Jakarta.

Yan yusuf