Edisi 17-05-2018
WHO Kirim Vaksin Eksperimen untuk Atasi Ebola di Kongo


JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengirim 4.000 dosis vaksin Ebola pertama ke Kongo, kemarin.

Ini merupakan vaksin eksperimen pertama yang dikirim sejak dikembangkan selama wabah be - sar terakhir dua tahun silam. Vak sin yang dikembangkan Merck itu masih belum men - dapat lisensi, tapi terbukti efek - tif saat uji coba terbatas di Afrika Barat saat wabah Ebola terbesar menewaskan 11.300 orang di Guinea, Liberia, dan Sierra Le o - ne mulai dari 2014-2016. Para pejabat kesehatan ber - harap mereka dapat meng gunakan vaksin itu untuk mengatasi wabah terbaru di Republik De - mo kratik Kongo. WHO yakin sejauh ini wabah itu telah me ne - was kan 20 orang sejak April. Petugas kesehatan me n catat dua kasus Ebola yang ter kon fir - masi, 22 kasus dugaan dan 17 ka - sus dicurigai di tiga zona Provinsi Equateur, Kongo.

Mereka telah mengidentifikasi 432 orang mung kin telah me lakukan kon - tak dengan pe nya kit itu. WHO telah mengirim 300 kantung mayat untuk pema - kam an yang aman di komunitas terkena wabah. Ini menun juk - kan berapa besar kasus ini dapat berkembang dalam periode ter - tentu. Gelombang pertama 4.000 dosis vaksin itu telah di ter - bang kan ke Kinshasa. “WHO berencana mengirim ge lom - bang kedua 4.000 dosis dalam beberapa hari men datang,” kata juru bicara WHO Tarik Jasarevic. Vaksin ini untuk orang yang di duga mengalami kontak dengan penyakit itu. “Dalam peng - alaman kami, untuk tiap orang yang terkonfirmasi terkena Ebo - la, adasekitar100-150kon takdan kontak-kontak yang per lu men - da pat vaksin itu,” ujar Tarik.

“Jadi ini berarti pengiriman pertama ini akan cukup untuk sekitar 25- 26 jaringan, untuk satu kasus yang terkonfirmasi,” kata Tarik. Wabah Ebola pertama kali diketahui di zona Bikoro de - ngan 31 kasus dan 274 kontak. Selain itu, telah ada delapan kasus dan 115 kontak di zona kesehatan Iboko. WHO kha wa - tir penyakit ini mencapai Kota Mbandaka dengan populasi se - kitar 1 juta jiwa yang membuat wabah ini menjadi lebih sulit diatasi. Dua saudara kandung di Mbandaka yang berada di Bi - koro untuk pemakaman me ru - pa kan kasus mungkin dengan sampel menunggu konfirmasi laboratorium. WHOmenyatakan1.500per - lengkapan perlindungan pri badi dan peralatan keber sih an daru - rat cukup untuk 10.000 orang selamatigabulandilokasiwabah.

Muh shamil