Edisi 17-05-2018
Bawaslu Minta KPU Makassar Laksanakan Putusan Panwaslu


JAKARTA– Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar segera melaksanakan putusan Panitia Pengawas (Panwaslu) Makassar yang menerima gugatan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto- Indira Mulyasari Paramasturi (DIAmi).

Dalam putusan itu, Panwaslu Kota Makassar memerintahkan KPU Makassar untuk menerbitkan surat keputusan baru dan membatalkan keputusan sebelumnya yang mendiskualifikasi pasangan calon DIAmi. ”KPU harus segera melaksanakan putusan itu, karena tidak ada upaya hukum lain. Putusan Panwaslu bersifat mengikat," ucap Ketua Ba waslu Abhan kemarin. Dia juga mengatakan bahwa KPU Kota Makassar tidak boleh melewati batas akhir yang telah ditentukan, yakni tiga hari setelah putusan itu dibuat pada Minggu (13/5). Namun, Abhan tidak mau berspekulasi mengenai tindakan KPU Kota Makassar jika tidak melaksanakan putusan itu.

”Kita lihat dulu nanti KPU sampai batas akhir, kami masih berharap KPU bisa memahami putusan itu," jelasnya. Di sisi lain, Komisioner KPU Wahyu Setiawan menyatakan bahwa pihaknya masih membahas dan menyusun arahan untuk KPU Kota Makassar atas putusan Panwaslu Makassar dan putusan lainnya yang tidak selaras satu sama lain. ”Kami sedang membahas hal itu. Kami tengah menyusun arahan terkait kejadian di Makassar apakah kami harus menindaklanjuti putusan Panwaslu atau melaksanakan putusan hukum yang ada," ucapnya. Sebelumnya, Panwaslu Kota Makassar memang mengabulkan gugatan pasangan DIAmi terhadap KPU Kota Makassar.

Dalam sidang putusan Musyawarah Penyelesaian Sengketa Pilwalkot Makassar di Kantor Panwaslu Makassar pada Minggu (13/5), majelis memerintahkan KPU Makassar menerbitkan keputusan tentang penetapan pasangan calon wali kota-wakil wali kota Makassar yang memenuhi syarat. Mereka adalah pasangan Munafri Arifuddin- Andi Rachmatika Dewi (Appi- Cicu) dan pasangan Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto- Indira Mulyasari Paramasturi.

Mula akmal