Edisi 17-05-2018
E-Commerce Dongkrak Ekonomi Kawasan 3T


JAKARTA - Pertumbuhan e-commerce di Indonesia sangat pesat hingga bisa men jangkau pelosok.

Pemerintah pun meyakini bahwa bisnis digital ini bisa membantu mengentas kan kemiskinan hingga kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sri Adi - ningsih mengatakan, program pemerintah untuk mengen taskan kemiskinan hingga daerah 3T akan sangat terbantu dengan adanya e-commerce. Dia me ngatakan memang peru saha annya berdiri banyak di Pulau Jawa, namun transaksi penjualan mereka bisa menutupi hing - ga pelosok.

‘’Jadi memang ini (ecommerce) bisa menjadi jalan pintas Indonesia untuk mengu rangi kemiskinan dan ke timpangan hingga 3T,’’ katanya seusai seminar “Cloud Com puting: Dengan Cloud Computing Menuju 2020, Indonesia Seba - gai Digital Powerhouse Asia” yang diselenggarakan Universitas Gadjah Mada di Jakarta. Ekonom Universitas Gadjah Mada ini melanjutkan, jika dicermati maka dapat dilihat bahwa startup-startup unicorn seperti Go-jek, juga bisa mengu rangi jumlah pengangguran, sebab dengan bergabung men - jadi ojek daring maka ma sya ra - kat di kawasan terpelosok itu pun bisa mendapat pekerjaan sampingan yang pengha silan - nya sangat lumayan.

Sementara itu, perusahaan e-commerce seperti Tokopedia yang memiliki tiga juta mitra penjual atau Bukalapak yang memiliki dua juta mitra, juga menjadi potensi besar pe ngen - tasan kemiskinan. ‘’Belum lagi ba nyak masyarakat yang ber - jual an di Instagram dan Face - book. Yang belanja di keduanya itu banyak dan tidak bisa didata. Ini potensinya besar sekali jika kita ingin mengurangi kemis - kin an dan ketimpangan di pede sa an dan 3T,’’ ujar Sri. Mengenai sarana-prasarana yang masih terbatas, Sri men - jelaskanbahwasarananyate ngah digarap oleh pemerintah. Misal - nya saja listrik, saat ini PLN sudah mewujudkan 95% elektrifikasi di seluruh Indonesia. Harapannya, tahun depan akan mencapai 100%.

Selain itu, juga internet sudah digarap hingga pedesaan. Dia meng ung kapkan bahwa 70% kelurahan di Indonesia layanan in ter netnya sudah 3G dan 4G. Sri mengatakan, semua ke - men terian/lembaga pun sudah bekerja agar ekonomi digital dan infrastruktur pendu kung - nya bisa lebih dikembangkan. Misalnya saja ada program un - tuk UMKM dan masyarakat ada pelatihan menjadi startup yang output -nya sudah ada yang menjadi startup dengan pasar - an internasional. ‘’Dengan eko - no mi digital ini, menjadi salah satu poin yang mudah dan mes - tinya murah untuk me ngem - bangkan pembangunan di se lu - ruh Indonesia,’’ jelasnya.

Sri juga optimistis bahwa Indonesia akan menjadi digital po werhub terbesar di ASEAN. Dari tujuh startup unicorn ter be - sar di ASEAN, empat di an tar a - nya ada di Indonesia yakni Gojek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak. Perkembangan star tup di sejumlah daerah pun, katanya, tengah merangkak. Bukan generasi muda di Jakarta dan Pulau Jawa saja yang men - dirikan startup, anak muda di daerah lain pun sudah mulai membangun bisnis digital ini. Diketahui, Presiden Joko Wi - dodo ingin Indonesia tampil se - bagai pelaku ekonomi digital ter - besar di Asia Tenggara pada 2020 nanti. Bekal ini pun di so kong de - ngan kekuatan 132,7 juta peng - guna internet serta 92 juta peng - gu na gawai aktif di Tanah Air.

Direktur Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Gajah Mada Eduardus Tandelilin menga ta - kan, komponen kunci untuk me - ningkatkan perkembangan eko - nomidigitaldimasadepanada lah mengadopsi peng gu naan teknologi digital. Dia me nye but kan, cloud computing yang di da lam nya menggunakan penyimpanan da - ta terukur, kom pu tasi, dan pem - ro sesan melalui artificial intelli - gence (AI), machine learning (ML), internet of things (IoT), ser ta se - jum lah sarana pe nunjang lain. ‘’Se minar ini akan mampu me - nge dukasi publik terkait dengan keberadaan cloud computing sebagai infrastruktur pendukung bisnis di masa depan,’’ katanya.

Guru Besar Ilmu Ekonomi UGM ini menerangkan, cloud computing ini sangat membantu perkembangan budaya inovasi di seluruh skala bisnis, sekaligus juga memberikan akses untuk berinovasi dengan teknologi ter murah dan tercepat. Dia berharap dengan adanya seminarinibisamendorongpi hak pemerintah untuk men du kung setiap kebijakan ke aman an dan dapat diandalkan atas pe ma kaian infrastruktur digi tal yang digu nakan oleh sector public danswasta. Lalu untuk pelaku usaha lokal skala besar, menengah, dan kecil diharapkan pula akan terbukanya akses dan menggunakan infra - struk tur digital yang tersedia.

‘’Me lalui seminar ini, per tanyaan se perti pemenuhan keamanan dan kepemilikan data de ngan penggunaan teknologi cloud com - puting bisa terjawab,’’ jelas nya.

Neneng zubaidah