Edisi 17-05-2018
Zaman Now, Zaman Optimal


Perkembangan teknologi yang sangat pesat seperti sekarang ini membuat semua orang tergagap. Banyak hal baru dijumpai di kehidupan kita. Hal baru yang belum terpikirkan sebelumnya.

Dalam kehidupan seharihari kita dimanjakan dengan segala bentuk kemudahan. Apli kasi berbasis internet mem permudah kita dalam berkomunikasi dengan kerabat dan sahabat di mana pun dia berada. Banyak peralatan elektronik yang bisa kita hidupkan dari jauh sehingga pada saat kita sudah sampai rumah semua sudah terkondisikan. Kita bisa me miliki asisten pribadi dengan hanya mengandalkan aplikasi. Daftar ini akan me njadi sangat panjang apabila disebutkan satu per satu. Kehidupan bisnis juga menjadi sangat mudah. Dengan bantuan internet, jaringan pe masaran bisnis kita menjadi sangat luas. Klien kita tidak hanya orang sekitar kita, melainkan bisa kemana pun sepanjang internet bisa menjangkau.

Apa bila merasa belum layak menjadi nasabah bank, banyak dana tersedia untuk membiayai usaha kecil. Tantangan juga terjadi di semua bidang, termasuk lembaga pendidikan. Selain ter dapat prediksi bahwa sekolah akan berubah bentuknya, teori dan kurikulum yang diajarkan di bangku sekolah pun perlu ditinjau ulang. Para ekonom harus mendefinisikan ulang per hitungan uang beredar ketika cryptocurrency diper kenal kan. Para ahli hukum bingung bagaimana menjaga agar transaksi elektronik tetap memenuhi kaidah hukum dan tetap sah.

Optimalisasi Zaman Now

Efek disrupsi akibat men jamurnya bisnis model baru banyak menimbulkan an cam - an. Namun demikian, dari sekian banyak per ma sa - lahan yang timbul, ternyata ba - nyak man - faat nya juga. Salah satu ciri dari ke hi - dupan eko - nomi dalam re volusi in - dus tri keem - pat ada lah ke hi - dupan serba op timal. Pengertian op - ti mal artinya sum - ber daya bisa di - man faatkan secara efisien de ngan hasil yang men - capai pe - ning katan produk tivitas. Beberapa ciri optimalisasi zaman now adalah (1) tidak ada kapasitas menganggur. Sumber daya yang belum digunakan bisa dibuat produktif. Contoh - nya, apabila kita memiliki ka - mar yang tidak terpakai, bisa di - sewakan melalui internet. (2)Peningkatan produk ti - vitas.

Masih dalam kaitannya dengan pemanfaatan ka pa - sitas, dengan sendirinya akan me ning katkan produktivitas. Barang bekas pun sekarang memiliki pa sar tersendiri dan naik de ra jat nya dibandingkan dengan tukang loak. (3) Efisien. La yanan VIP se ka - rang sangat m - u rah. Pem be - lian ma kan - an yang dian tar ke rumah, pe ngi - riman ba - rang de ng - an kurir, dan peng gunaan transportasi s elayaknya mobil pribadi, semua de ngan har ga yang ber sa habat. (4) Kaya akan p i lih - an. Za - man da - hulu kit a se ring kecewa karena merasa salah membeli barang karena tidak tepat kualitas atau modelnya. Sekarang dengan pen - jualan daring, kita akan di su- guhi berbagai macam pilihan ba rang yang ada di pasaran. (5) Cermat dalam mengambil ke - pu tusan.

Dengan adanya ber ba - gai pilihan dan perbandingan, maka kita akan mudah dan cer - mat mengambil keputusan. La - yanan jasa keuangan di ban - dingkan satu sama lain dalam satu laman. Konsumen tinggal memutuskan yang paling sesuai. (6). Jenis pekerjaan le - bih menantang. Dengan adanya otomasi, maka kebanyakan pekerjaan yang bersifat rutin operasional akan hilang dan digantikan oleh mesin. Untuk itu, manusia akan mengerjakan pekerjaan yang lebih variatif dan sulit di ker - jakan oleh mesin. (7) Umur produk lebih panjang. Dengan adanya fitur untuk melakukan pembaruan secara daring, maka kita tidak perlu terlalu sering mengganti gawai sepanjang spesifikasi fisiknya masih memungkinkan.

Risiko dan Mitigasinya

Dengan adanya opt im alisasi seperti ini, logikanya, kita akan hidup menjadi lebih se - jahtera. Bayangan hidup masa depan adalah kehidupan yang murah, cepat, dan efektif. Namun, risi ko pasti tetap akan ada. Di kh a watirkan akan ter jadi hegemoni dari Bigtech (perusahaan tek no logi yang besar), terbentuknya neokapitalisme ataupun m a raknya bentuk kejahatan yang berbasis teknologi. Selain itu, masyarakat yang sangat terdesentralisasi akan lebih sulit diatur. Hal ini menegaskan kem bali adanya pedang berma ta dua bagi kemajuan teknologi.

Mengingat kita sendiri akan sulit membendung ke ma juan teknologi, maka yang kita perlu kan saat ini adalah mem buat tatanan dan landasan kuat untuk meminimalisasi dam pak buruk dari per kem bangan teknologi dengan pembuatan atur an yang sesuai dengan zaman nya. Hal ini di mak sudkan agar tetap kita mendapatkan tim bangan man faat lebih ba nyak daripada mu - daratnya.

Triyono
Kepala Departemen Grup Inovasi Keuangan Digital dan Pengembangan Keuangan Mikro



Berita Lainnya...