Edisi 17-05-2018
Pasokan Beras ke Jakarta Aman


JAKARTA –Kementerian Pertanian (Kementan) menya takan, pada Ramadan ini stok pangan di Jabodetabek dalam kondisi aman.

Hal ini te r pan tau dari stok beras di Pasar In duk Beras Cipinang (PIBC) yang mencapai44.000ton. Angkatersebut dua kali lipat dari stok normal. “Hingga saat ini, pasokan dan distribusi beras di PIBC terpantau melebihi pasokan normal. Rata-rata 3.500 hing ga 4.000 ton setiap hari,” kata Kepala Badan Ketahanan Pa ngan (BKP) Kementan Agung Hendria di di ketika me ngu n jungi PIBC Jakarta kemarin.

Untuk memperkuat pa s okan bahan pangan saat Ra ma dan, pihaknya bekerja sama de ngan PD Pasar Jaya me-ng ope rasikan TokoTani Indonesia (TTI) sebanyak 235 titik di Ja bo detabek. Kepala Food Station Tji-pinang Jaya, Arief Prasetyo me ngatakan, beras yang ada di gu dang PIBC berasal dari pro duk si dalam negeri.

Beras tersebut berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur, JawaTengah, JawaBarat, Sulawesi Selatan, danLam pung.“Saatini panen ma sih terus berlangsung se hingga pasokan beras ke sini tetap aman,” kata Arief Prasetyo.

Wakil Gubernur DKI Ja kar ta Sandiaga Uno mengaku bersyukur bahwa stok beras di Ibu Kota ini lebih dari cukup. “To long wartawan ditulis ka rena besok kita mulai me ma suki bulan suci Ramadan. Alhamdulillah, masyarakat bisa menja lankan ibadah pada bu lan suci de ngan khusyuk,” kata Sandiaga.

Sementara itu, ketika m engunjungi kios TTI di Pasar Klender, Jakarta Timur, dia mengatakan bahwa pihaknya juga membuka TTI di 11 pasar tra disional yang dikelola PD Pasar Jaya.

Di kios TTI tersebut ber bagai ke butuhan pangan po kok di jual. Mulai dari beras me dium yang dijual Rp42.500 per 5 kg, daging sapi beku (Rp75.000 per kg) minyak goreng kemasan ekonomi (Rp10.000 per kg), te lur ayam (Rp24.000 per kg), ca bai merah keriting (Rp30.000 per kg), cabai rawit merah (Rp40.000 per kg), dan gula pasir (Rp12.000 per kg).

sudarsono