Edisi 17-05-2018
Satu Visi dengan Jack Ma, Satu Alumni dengan Warren Buffet


Bertemu Jack Ma, bersalaman, berswafoto, hingga berbincang dengan sang miliarder. Itulah pengalaman tak terlupakan yang dirasakan Gitta Amelia.

Pendiri dan General Partner EverHaus ini mengaku bertemu Jack Ma merupakan salah satu impiannya. “Belum lama ini saya diundang Alibaba ke China dan bertemu Jack Ma juga disana. Inipengalaman luar biasa bisa ketemu dan berbincang dengan Jack Ma,” ujarnya di Jakarta baru-baru ini.

Gitta juga terkesan karena di tengah kesibukan nya, executive chairman Alibaba Group itu masih menyempatkan waktu untuk bertemu orang-orang muda seperti dirinya.“Dia menceritakan pengalamannya, danvisinya dia sama dengan kami di EverHaus yaitu memberdayakan generasi muda,” tutur wanita yang akan berulang tahun ke-23 pada Juni mendatang itu.

Gitta memiliki latar belakang pendidikan di bidang keuangan dan sempat menimba ilmu di The Wharton School, University of Pennsylvania, Amerika Serikat (AS). Dikenal sebagai salah satu sekolah bisnis terbaik di Negeri Paman Sam, salah satu investor tersukses di dunia, Warren Buffett, rupanya juga jebolan kampus tersebut. Bagi Gitta, Warren Buffet juga menjadi sumber inspirasinya.

“Setelah lulus kuliah, Warren Buffet langsung menjadi investor. Waktu itu sama usianya dengan saya. Kami juga datang dari universitas yang sama, sama-sama belajar keuangan. Kalau Warren Buffet lahir di era yang sama dengan saya, mungkin dia akan mendirikan modal ventura juga,” ucapnya.

Sebagai generasi muda, Gitta ingin mendorong kaum muda Indonesia yang jumlahnya sekitar 80% populasi Indonesia untuk mengoptimalkan potensi dirinya. Menurut dia, sumber daya manusia (SDM) muda potensial tersebut adalah “new gold“. “Saya yakin inovasi akan muncul dari anak-anak muda.

Mungkin ke depan Indonesia ekonominya akan pesat karena ada banyak start up terutama digital dan anakanak muda akan memimpin, melahirkan perusahaan yang bermakna. Bayangkan start - up kita akan go global suatu saat,” tukasnya. Sebagai salah satu investor termuda di Indonesia bahkan di Asia, Gitta membangun perusahaan mo dal ventura pada usia 22 tahun.

Kiprahnya di mulai ketika dia berinvestasi di salah satu perusahaan rintisan di Indonesia. Sebelum mendirikan EverHaus ia sempat mengelola Frontier Capital . Semangat berbisnis Gitta terinspirasi dari orang tuanya.

“Kebetulan sejak kecil saya terinspirasi dari orang tua dan bercita-cita akan mendirikan perusahaan. Bahkan sejak dari muda saya sudah bekerja part time, ikut orang tua, diarahkan menjadi business woman,” kenang wanita yang hobi melukis dan yoga itu.

inda s/nanang wijayanto