Edisi 17-05-2018
Konsumsi Harian BBM Diperkirakan Naik 15%


JAKARTA– PT Pertamina (Persero) memproyeksikan selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri 2018 konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG harian secara nasional naik rata-rata 15% diban dingkan dengan hari biasanya.

Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Basuki Trikora Putra mengatakan, perseroan telah mempersiapkan diri untuk menghadapi Ramadan dan Idulfitri 1439 H dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) BBM & LPG Idul Fitri 2018.

”Satgas BBM ini bertugas mengawal ketersediaan dan kelancaran distribusi ke seluruh wilayah Indonesia serta melayani kebutuhan BBM dan LPG bagi masyarakat, khususnya pemudik selama Ramadan dan Idul Fitri 2018,” kata Basuki dalam jumpa persnya di Jakarta, kemarin. Menurut dia, Satgas BBM akan mulai aktif bekerja pada H- 15 hingga H+15 Idul Fitri.

Sedangkan posko Satgas BBM berada di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan di Kantor PT Pertamina (Persero) Pusat. Sementara itu, Direktur Logistik, Supply Chain, dan Infrastruktur Pertamina, Gandhi Sriwidodo menambahkan, Pertamina sudah mengevaluasi adanya peningkatan konsumsi BBM dan LPG.

Selain itu, memastikan ketersediaan BBM dan LPG bagi masyarakat selama puasa, arus mudik, maupun arus balik. ”Tahun ini kegiatan mudik Lebaran akan meng alami peningkatan jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dengan sudah tersambungnya Jalan Tol Jakarta- Surabaya, ini akan berdampak pada peningkatan jumlah pemudik melalui jalur darat,” ujarnya.

Gandhi menjelaskan, dalam menghadapi Ramadan dan Idulfitri 2018, perseroan telah melakukan langkah persiapan dimulai dari penyediaan stok BBM. Sedangkan nanti pada saat menjelang arus mudik balik akan ada penambahan armada mobil tangki beserta awaknya, membuat kantong BBM di SPBU sebagai BBM cadangan, menyiapkan BBM kemasan, serta SPPBE Kantong.

Sebagaimana tahun sebelumnya, dalam melayani pemudik, Pertamina juga telah menyiapkan berbagai langkah strategis mengantisipasi kelancaran pasokan BBM antara lain, membangun KiosK atau Serambi PX, Mobil Dispenser Unit, BBM kemasan di SPBU, serta motor atau mobil pengantar kemasan BBM.

Layanan khusus ini akan disediakan di sepanjang jalur mudik Pulau Jawa, baik jalan tol maupun nontol serta jalur Sumatera. ”Semua layanan ini sebagai komitmen Pertamina memberikan kemudahan dan menambah kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan mudik sehingga tidak khawatir kehabisan BBM di tengah perjalanan,” ujarnya.

Menurut Gandhi, selama Ramadan dan Idul Fitri 2018 konsumsi BBM harian secara nasional diperkirakan naik rata-rata 15%. Mengantisipasi hal itu, Pertamina akan meningkatkan stok dan penyaluran BBM selama bulan puasa dan Idul Fitri dari rata-rata harian normal gasoline 90.000 kiloliter (KL) menjadi 104.000 KL per hari.

”Kenaikan tertinggi diperkirakan terjadi pada puncak arus mudik, pada 9 dan 13 Juni 2018 dengan kenaikan 32% dan 29% dari konsumsi normal. Sedangkan arus balik pada 19 Juni 2018 yang diperkirakan mencapai 28%,” katanya.

Pertamina, kata Gandhi, telah mengantisipasi jumlah pemudik tahun 2018 yang diperkirakan meningkat 11–13% dari tahun lalu. Menurutnya, jumlah pemudik menggunakan roda dua diperkirakan mencapai 7,67 juta naik dibandingkan tahun 2017 yang mencapai 6,8 juta.

Sementara jumlah pemudik menggunakan roda empat diperkirakan mencapai 3,46 juta naik dari tahun 2017 mencapai 3,1 juta. Kenaikan tertinggi terjadi pada BBM jenis pertalite dari 46.000 KL menjadi 55.000 KL atau naik 20%, disusul pertamax dari 15.000 KL menjadi 18.000 KL atau naik 15%, premium dari 24.000 KL menjadi 26.000 KL atau naik 7%, dan pertamax turbo dari 787 KL menjadi 820 KL naik 5%.

Sementara untuk dexlite dari 1.598 KL menjadi 1.678 KL yang naik 5%, dex dari 485 KL menjadi 504 KL atau naik 4%, serta avtur meningkat dari 15.000 KL menjadi 16.000 KL yang naik 5%. Kemudian kebutuhan solar diperkirakan turun dari 35.000 KL rata-rata harian menjadi 30.000 KL.

Pertamina juga akan meningkatkanpenyaluranLPGpada bulan Ramadan dan Idul Fitri 2018, yang diperkirakan puncaknya akan terjadi pada pekan terakhir jelang Idul Fitri dengan kenaikan sekitar 17% dari ratarata harian 23.124 metrik ton menjadi 27.000 metrik ton.

Perseroan, kata Gandhi, juga telah meningkatkan ketahanan stok LPG menjadi rata-rata 17,6 hari. Dari sisi distribusi, Pertamina akan menyiagakan 3.094 agen LPG PSO dan NPSO serta 31.612 pangkalan LPG PSO di seluruh Indonesia. ”Kita juga akan menyiagakan 49 SPPBE Kantong di Pulau Jawa untuk memastikan kelancaran suplai LPG selama arus mudik,” ujarnya.

heru febrianto