Edisi 17-05-2018
Janji Setia pada Barca, tapi Cemas Membayangkan Neymar


Kabar kemungkinan Neymar Jr bergabung ke Real Madrid menjadi pemberitaan hangat mediamedia Eropa.

Situasi itu tidak luput dari perhatian mantan rekan setimnya di Barcelona, Lionel Messi. Banyak kalangan menilai Neymar enggan bertahan lebih lama di Paris Saint-Germain (PSG) meski menjalani musim pertamanya cukup baik dengan membantu Les Parisiensmeraih treble winnersdomestik: Ligue 1, Coupe de France, dan Coupe de la League.

Neymar yang sedang menjalani pemulihan cedera metatarsal pun ramai dihubunghubungkan dengan klub-klub Eropa. Paling santer adalah Madrid dan Manchester United (MU). Los Blancosbahkan sangat berambisi memboyong ke Santiago Bernabeu pada bursa transfer musim panas mendatang. Rumor yang berkembang tampaknya mengusik Messi.

Secara terbuka, dia mengaku sulit membayangkan jika Neymar benar-benar berseragam Madrid. Keduanya merupakan teman dekat dan telah bermain bersama selama empat musim sehingga tidak rela melihat Neymar menjadi rivalnya. “Itu akan sangat buruk,” tutur Messi, dikutip ESPN.

Menurutnya, Neymar sudah identik dengan Barcelona. “Dia telah memenangkan banyak trofi prestisius bersama kami seperti Liga Champions dan Primera Liga. Ini akan menjadi pukulan telak bagi kami. Dari sisi Madrid, kehadiran Neymar bakal membuat mereka lebih kuat dari sudut pandang sepak bola,” ujar pemain asal Argentina itu.

Messi menegaskan tak akan meninggalkan Barca. Blaugrana tetap merupakan klub impian dan telah memberikan segalanya sehingga tidak memiliki alasan pergi. Menurut Messi, Barca yang bertarung di level tertinggi permainan sepak bola membuatnya selalu memiliki motivasi ekstra untuk meraih prestasi di setiap musim.

“Tidak ada tempat seperti ini. Barca adalah tim terbaik di dunia. Setiap tahun, saya selalu bertarung untuk memenangkan segalanya. Saya tidak perlu pergi ke klub lain untuk membuktikan apa pun,” tandasnya.

Sebelum memulai petualangan musim depan, Messi kini fokus mempersiapkan diri untuk tampil di Piala Dunia 2018. Pemain bernomor pung gung 10 tersebut menganggap kegagalan di Piala Dunia 2014 telah membuat Argentina jauh lebih matang.

ALIMANSYAH

Jakarta