Edisi 17-05-2018
Patokan Sebuah Kemewahan


PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) membawa dua mobil baru sekaligus, Range Rover dan Range Rover 2018. Inilah mobil yang mereka klaim menjadi patokan atau standar yang harus dimiliki orang-orang sukses.

Seperti apa keistimewaannya? Jentri Izhar, Brand Director PT WAE, mendapatkan pertanyaan yang cukup menarik seusai meluncurkan dua mobil baru, Range Rover dan Range Rover Sport model 2018 di Jakarta, Senin (14/5). “Mobil ini dibuat Land Rover yang memiliki karakter dan tradisi off-road yang sangat kuat.

Sekarang mobil ini malah lebih banyak berada di jalan dan hanya menjadi simbol kemewahan,” demikian pertanyaannya. Jentri yang dulu pernah sibuk mempromosikan brand premium automotif dari Jerman itu tidak membantah stigma tersebut. Menurut dia, saat ini brand Land Rover memang seperti berevolusi menjadi mobil dengan kemewahan ekstra.

Dia mengatakan, awalnya Land Rover banyak digunakan petani-petani di Inggris untuk membawa hasil bumi mereka. Seiring perubahan zaman, Land Rover juga berevolusi membuat mobil mereka menjadi lebih menarik. Perubahan inilah yang kemudian membuat banyak orang menjadikan mobil buatan Land Rover, terutama Range Rover, sebagai benchmark atau patokan sebuah kesuksesan dan kemewahan. “Tetapi, karakter off-road - nya tidak akan pernah hilang.

Sedikit saja kami buka, dalam waktu dekat kami akan membuat sebuah acara di mana mobil-mobil Land Rover memang sangat tangguh untuk bermain di medan berat,” ujar Jentri. Lalu, apa kemewahan yang ditawarkan Range Rover dan Range Rover Sport baru ini? Jentri mengatakan, kedua model yang mereka hadirkan ke pasar Indonesia tersebut sebenarnya tidak mengalami perubahan radikal.

Dia menyebut, perubahan yang terjadi hanyalah mid life refreshment . “Bukan mid life crisis karena memang penyegaran yang kami berikan memang sangat signifikan,” ucapnya. Jawaban mudahnya adalah berbagai fitur dan hal-hal baru yang ada di Range Rover Velar kini hadir di Range Rover terbaru.

Misalnya, untuk bagian eksterior, Range Rover baru kini sudah memakai lampu depan matrix LED yang sebelumnya dipakai Range Rover Velar. Namun, perlu Anda tahu, sebenarnya perubahan ini lebih dulu ada di Range Rover baru. Setelah itu, Land Rover mengaplikasikannya di Range Rover Velar.

Lalu, mengapa di Indonesia malah sebaliknya? Jawabannya karena Indo nesia lebih dulu memper kenalkan Range Rover Velar ketimbang Range Rover baru. Hal ini diamini Chief Operating Officer (COO) PT WAE Roland Staehler yang mengatakan, kedua mobil ini datang terlambat ke pasar Indonesia.

“Terlambat enam bulan dan saya tidak tahu kenapa,” katanya. Meski tidak ada perubahan desain yang radikal, kedua Range Rover ini terlihat tampil dengan desain yang fresh . Pada Range Rover Sport, bagian bemper depan dan belakang, gril depan, lampu belakang LED, hingga dynamic integrated tailhouse tampil dengan desain yang agresif.

Sementara pada Range Rover, per ubahan bentuk ada di sektor gril depan, bonnet , bemper depan-belakang, lampu belakang LED plus dynamic integrated tailhouse . Bergerak ke interior, salah satu perubahan yang terasa adalah dua layar sentuh berukuran besar yang dinamakan Touch Pro Duo .

Layar sentuh berukuran 10 inci itu digunakan untuk kontrol navigasi, fitur hiburan, hingga fitur kenyamanan. Fitur ini didukung meridian sound system . Range Rover Sport maupun Range Rover 2018 punya beberapa kesamaan fitur, semisal Auto Gesture Sunblind (AGS) dan Cabin Air Ionisation (CAI).

AGS berfungsi membuka panoramic roof hanya dengan isyarat tangan, sedangkan CAI membuat udara di kabin lebih bersih dan sehat. Di sisi lain, Range Rover 2018 memiliki kenyamanan dan kemewahan lebih di kabin, khususnya kursi baris belakang. Bayangkan, Range Rover 2018 punya 17 titik koneksi, mulai soket sumber listrik, USB, HDMI, hingga soket 12-volt.

Ada pula hotspot Wi-Fi 4G yang dapat tersambung hingga delapan perangkat. Kursi belakang punya bantalan lebih lebar dan dalam serta bisa dibaringkan hingga 40 derajat. Ada pula opsi tambahan 25 program pijat, termasuk teknologi pijat hot stone . Untuk versi Range Rover Long Wheel Base (LWB), kenyamanan malah semakin maksimal karena panjang kursi belakang bertambah hampir 20 cm.

Range Rover 2018 juga memiliki terrain response dengan tujuh mode pengemudian, yakni dynamic, eco, comfort, GGS, mud/ruts, sand, rock crawl. “Mode comfort kini menjadi mode pengemudian standar menggantikan general programme yang dulu ada,” kata Product Planning Logistics Manager PT WAE Tommy Handoko.

Sementara Range Rover Sport lebih fokus pada individualistic . Konsumennya lebih menargetkan anak-anak muda yang senang mengendarai mobil ini sendiri. Model ini antara lain memiliki fitur terrain response plus 14 poin sumber listrik.

Selain itu, mendukung kemampuannya berkendara di segala medan, Range Rover generasi baru ini telah memiliki fitur terrain response milik Land Rover yang diklaim mampu memberikan pilihan mudah dalam menghadapi rintangan di berbagai permukaan jalan. Untuk sistem keselamatan, mobil mewah ini dilengkapi deretan fitur unggulan, di antaranya cornering brake control, roll stability control, dynamic stability control, ele c tronic traction control, hill descent control, hill launch assist , hingga lane departure warning .

Range Rover 2018 tersedia dalam dua varian di Indonesia, yaitu mesin bensin 3.0 SWB berbanderol Rp3,699 miliar off the road dan mesin bensin 3.0 LWB berharga Rp4,199 miliar off the road . Sementara itu, Range Rover Sport 2018 hanya terdiri atas satu varian mesin bensin 3.0 berharga Rp2,999 miliar off the road .

wahyu sibarani