Edisi 17-05-2018
Legenda yang Terlupakan di Ruang Ganti


BAGAIMANA rasanya tidak diakui seseorang? Hal itu pernah dirasakan Gabriel Batistuta saat berada di ruang ganti tim nasional Argentina beberapa waktu lalu.

Batistuta tidak pernah melupakan kejadian tersebut ketika tim nasional Argentina tengah memainkan pertandingan sepak bola di negara mereka sendiri. Waktu itu Batistuta datang ke ruangan ganti tim nasional Argentina untuk sekadar memberikan dukungan. Alih-alih bersemangat, Batistuta justru mengurungkan niat tersebut.

Dia tidak menyangka ruang ganti yang seharusnya penuh dengan aura semangat justru terasa dingin. Dia tidak merasakan adanya semangat kemenangan di antara para pemain. Yang membuatnya lebih buruk, hanya sedikit anggota tim nasional Argentina yang menyadari kehadirannya.

“Saya tidak ingin minta perhatian karena ingin diakui atas apa yang saya perbuat. Saya hanya ingin memberikan dukungan karena saya pernah ada di ruangan ganti tersebut,” kata Batistuta.

Ironis memang, mengingat Batistuta bukanlah nama yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Dia adalah orang kedua setelah Lionel Messi sebagai pencetak gol paling banyak buat tim nasional Argentina. Total gol yang dia berikan untuk Argentina mencapai 54 gol dan butuh waktu lama bagi Lionel Messi untuk memecahkan rekor tersebut.

Batistuta memang sedikit terganggu dengan sikap dingin anggota tim nasional Argentina. Namun, menurutnya, hal itu terjadi sebagai akibat dari selisih antargenerasi dan dia tidak terkait langsung dengan para pemain timnas Argentina.

“Bocah-bocah ini tidak mendapat bantuan dari pihak-pihak yang bertanggung jawab,” ucap pemain yang akrab dipanggil Batigol ini. Batistuta mengatakan, Argentine Football Assocation (AFA) adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Menurutnya, AFA seperti menghilangkan koneksi antara tim nasional Argentina dan sejarah yang sudah dilalui tim nasional tersebut. Dia mencontohkan cara AFA yang tidak memberikan keistimewaan menonton pertandingan tim nasional Argentina kepada Carlos Bilardo, mantan Pelatih Tim Nasional Argentina.

“Bilardo adalah orang yang pernah membawa Argentina menjuarai Piala Dunia. Tetapi, mereka tidak memberikan tiket kepadanya untuk menonton Argentina bermain,” tutur Batistuta.

wahyu sibarani