Edisi 17-05-2018
Tetap Sehat dan Produktif saat Puasa


BERPUASA bukan berarti bebas menyantap banyak makanan. Asupan kalori tentu harus tetap diperhitungkan. Selain kalori, asupan nutrisi juga perlu diperhatikan agar tetap bugar dan produktif selama berpuasa.

Perubahan pola makan pada bulan Ramadan dari tiga kali menjadi dua kali sehari, yakni waktu berbuka dan sahur, sering kali menimbulkan anggapan bahwa kita makan lebih sedikit daripada biasanya. Akibatnya, kita cenderung menyantap porsi makanan berlebihan ketika berbuka.

Padahal, kebutuhan kalori harian tubuh saat berpuasa tetap sama dengan kebutuhan kalori saat tidak berpuasa. Selain memperhatikan pemenuhan kebutuhan kalori, penting pula memperhatikan asupan nutrisi agar bugar dan tetap pro duktif selama berpuasa. Meski beragam, kebutuhan kalori orang dewasa berkisar antara 1.500 - 2.500 kkal setiap hari.

Kebutuhan kalori ini tentunya disesuaikan dengan aktivitas dan berat badan seseorang. Agar tubuh fit dan tetap produktif selama berpuasa, tidak dianjurkan untuk mengurangi atau menam bahkan asupan kalori.

“Kita justru harus memperhatikan asupan nutrisi agar terhindar dari permasalahan kesehatan,” ujar dr Jovita Amelia MSc SpGK, dokter spesialis gizi klinik, dalam acara diskusi media “Puasa Sehat Bareng Halodoc Hitung dan Penuhi Kebutuhan Kalori serta Nutrisi Tubuh Saat Berpuasa!”.

Jovita mengungkapkan keluhan pencernaan yang sering dialami orang berpuasa. Dijelaskannya, kondisi tersebut disebabkan kebiasaan mengonsumsi makanan digoreng (gorengan) ataupun makanan manis. “Ini membuat keluhan di lambung meningkat. Misalnya minum kopi saat ber buka, kondisi perut kosong sehingga asam lambung naik.

Atau melewatkan sahur, pada hal tubuh butuh nutrisi,” ka ta dokter yang juga melayani konsultasi lewat Halo doc. Jika dilakukan dengan benar, maka berpuasa sejatinya dapat menurunkan berat badan karena tubuh mengguna kan cadangan lemak untuk tenaga seharian. Dr Jovita memberikan lima tips untuk memilih makanan dan minuman yang dapat menunjang produktivitas saat berpuasa.

Di antaranya menghindari konsumsi kafein serta ma kanan dan minuman manis secara berlebihan. Untuk pemenuhan kebutuhan energi, pilihlah karbo hidrat kompleks dari makanan berbahan gandum, buah-buahan seperti pi sang dan umbiumbian. Selain itu, guna mencegah keluhan begah, hindari mengon sumsi goreng an dan santan berlebih saat ber buka.

Adapun untuk men cegah konstipasi, penuhi kebutuhan serat harian dari sayur-sayuran. Sementara untuk menghindari dehidrasi saat berpuasa, penuhi kebutuhan cairan dengan minimal delapan gelas sehari, yaitu dua gelas saat sahur dan berbuka, dua gelas setelah makan malam, dua gelas sebelum tidur.

Menyambut bulan Ramadan, Halodoc sebagai aplikasi layanan kesehatan berbasis online menghadirkan layanan kesehatan preventif dan kuratif dengan memanfaatkan teknologi dalam genggaman lewat program #PuasaSehat. Paham akan bagaimana pentingnya pemenuhan kalo ri dan nutrisi un tuk mendukung produk tivitas selama bulan Ramadan, Halo doc menghadirkan dokter spesialis gizi ke dalam daftar dokter yang dapat menerima konsultasi.

Selain berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi, pengguna Halodoc dapat memanfaatkan fitur contact doctor untuk mendapatkan tips sehat kala puasa. “Halodoc juga meng hadirkan 100 dokter untuk mempermudah konsultasi hingga jelang hari raya mendatang,” ujar Jonathan Sudharta, founder dan CEO Halo doc.

Ia membagi lima tips #Puasa Sehat bersama Halodoc, yaitu penuhi kebutuhan kalori dan nutrisi saat sahur dan berbuka, penuhi kebutuh an air sesuai dengan anjur an, cukup istirahat, lakukan aktivitas fisik ringan un tuk menjaga stamina tubuh, dan manfaatkan konsultasi Halodoc saat terjadi gangguan kesehatan.

Sementara itu ahli gizi Emilia E Achmadi MS RD mengatakan bahwa pada dasarnya berpuasa hanyalah mengganti tiga kali waktu makan. Dari yang biasanya pagi, siang, dan malam hari. Menjadi waktu sahur, berbuka, dan sebelum tidur. “Jadi kita harus tetap mengusahakan asupan nutrisi terpenuhi dengan tiga waktu itu,” katanya ditemui dalam kesempatan terpisah.

Ia menekankan untuk tidak asal memilih makanan ketika sahur. Menurutnya, sahur adalah waktu penting untuk memasukkan unsur protein agar dapat kenyang lebih lama. Apa saja? “Bisa protein nabati seperti tempe tahu, kacang-kacangan atau hewani seperti daging, telur, sehingga daya tahan tubuh menjadi lebih baik,” sarannya.

sri noviarni