Edisi 23-05-2018
Mitrabara Diversifikasi Bisnis Energi Baru Terbarukan


JAKARTA –PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) be rencana melakukan diversifikasi usaha dengan masuk ke bisnis pembangkit energi baru terbarukan.

Perseroan melalui PT Cipta Tenaga Surya sedang me - la kukan kajian dengan peru saha an pembangkit listrik di wi - layah Kalimantan untuk pro po - sal pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). “Bisnis energi baru terbarukan saat ini memang tengah men jadi salah satu program yangdidorongolehpeme rin tah, untuk itu kami tengah men - jajakinya,” kata Presiden Di rek - tur Mitrabara Adiperdana Wi - da da di Jakarta, kemarin. Menurut Widada, per se - roan optimistis hasil riset pem - bangunan Pembangkit Listrik Tenaga Matahari tersebut bisa rampung tahun ini.

Dengan begitu, pada 2019 mendatang, di harapkan PLTS yang berada di wilayah Kalimantan itu da - pat segera beroperasi. “Saat ini ada dua hal sedang ka mi jajaki. Pertama, bisnis pem bangkit listrik tenaga sur - ya yang akan bekerja sama de - ngan Engie Prancis, lalu kedua bisnis energy plantation seluas 20.000 ha di Kalimantan Uta - ra,” kata dia. Untuk menggarap bisnis ener gy plantation, emiten per - tam bangan batu bara tersebut akan menggandeng per usahaan asal Jepang, yaitu Idemitsu Kosan. Perseroan berharap ke - dua diversifikasi bisnis ini akan mendorong kinerja keuangan perusahaan semakin stabil da - lam jangka panjang.

Sebagai catatan, sepanjang tahun ini perseroan berencana memproduksi sebanyak 3,8 juta ton batubara. Sedangkan jum lah kapasitas yang dimiliki per usahaan mencapai 5 juta ton hing ga 6 juta ton per tahun. Ada pun total cadangan di Ma - li nau mencapai 29 juta ton. Hingga kuartal I/2018, MBAP membukukan penda - pat an sebesar USD75,87 juta atau tumbuh 26,54% diban - ding kan periode sama tahun lalu sebesar USD59,95 juta. Se - dangkan laba bersih pada akhir Maret 2018 mencapai USD22,21 juta atau me ningkat 28,53% jika diban ding kan kuartal I/2017 men capai angka USD17,28 juta. Widada juga menjelaskan, pa da tahun ini perseroan me - nyiap kan alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) sebe sar USD4,82 juta atau lebih ren dah bila dibandingkan ta hun se belumnya senilai USD6 ju ta.

Alo kasicapextersebutakandi gu - na kan untuk aktivitas pera wat - an dan perbaikan alat-alat kerja. Sementara dalam rapat umum pemegang saham ta - hun an (RUPST) perseroan memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp404,99 miliar atau setara Rp303 per saham. Jumlah dividen itu sekitar 33,75% dari total laba bersih per seroan pada tahun 2017 yang mencapai Rp1,2 triliun.

Heru febrianto