Edisi 23-05-2018
Penambahan Subsidi Solar Perlu Disetujui DPR


JAKARTA–Pemerintah berencana menambah subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar seiring naiknya harga minyak dunia.

Hal itu sebagai respons atas tidak adanya perubahan harga solar. Sekretaris Jenderal Ke men - te ri an ESDM Ego Syahrial me - ngatakan terdapat dua opsi me - nambah subsidi BBM. Per tama, dapat menggunakan ca dangan devisa negara atau melalui me - kanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Ne gara (APBN). “Namun, jika me lalui me - ka nisme APBN harus melalui pro ses dengan DPR,” kata dia di Jakarta, kemarin. Meski begitu, keputusan pe - nambahan bukan we we nang Kementerian ESDM melainkan wewenang Kemen te rian Ke - uangan (Kemenkeu). Ada pun me kanismenya juga ber ada pa - da wewenang Ke men keu.

“Terkait hal itu, kami men - dukung dan mengikuti Ke men - terian Keuangan,” kata dia. Wakil Ketua Komisi VII DPR Herman Khaeron menga ta kan, setiap perubahan sub sidi harus melalui persetujuan dari DPR. Hal itu sesuai dengan mekanisme aturan yang ber laku di dalam undang-undang karena ber sen - tuhan dengan masyarakat. “Pem bahasan subsidi harus melalui DPR. Itu sudah jelas tidak bi - sa dihindarkan,” kata dia.

Untuk saat ini pihaknya ma sih menunggu usulan tam - bahan subsidi solar dari pe me - rin tah. Adapun usulan ter se - but nanti akan menjadi per - timbangan DPR. Dia menga takan per ubahan subsidi akan mengubah ca da - ng an risiko fis kal. Ia men con - tohkan, usul an tambahan alo - kasi dana ca da ng an risiko fiskal yang awalnya sebesar Rp5 tri - liun kemudian bisa ber ubah menjadi Rp9 tri liun pada Ran - cangan Ang gar an Pen dapatan dan Belanja Ne gara (RAPBN). “Dari cadangan risiko fiskal ditambah guna meng anti si - pasi perubahan asumsi fiskal. Seperti perubahan harga mi - nyak, produksi migas, mau pun cost recovery,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Ek - sekutif ReforMiners Ins ti tute Ko maidi Notonegoro meng ungkapkan hal senada. Ia ber ang gap - an, pemerintah harus ber kon – sultasi dengan DPR jika ingin menambah sub sidi BBM. “Untuk subsidi ha rus tetap me la lui me - kanisme fiskal. Setiap kebijakan ter kait APBN ha rus melalui per - setu juan DPR,” katanya. Seperti diketahui, peme - rintah berencana menambah subsidi BBM jenis solar se - besar Rp1.000 per liter. Ada - pun saat ini subsidi solar se - besar Rp500 per liter. Hal itu seiring naiknya harga minyak mentah dunia berada pada kisaran USD60 per barel.

Ke naikan subsidi solar un - tuk men jaga agar PT Per tamia (Per sero) selaku badan usaha yang menyalurkan BBM ber - sub sidi tidak terbebani de ngan kenaikan harga minyak mentah dunia. Sementara untuk ICP di - prediksi akan melampaui tar get APBN 2018 yang dipatok se - besar USD48 per barel. ICP di - prediksi akan tembus USD55- 60 per barel.

Nanang wijayanto