Edisi 12-06-2018
Titiek Soeharto Bergabung ke Partai Berkarya


YOGYAKARTA –Politisi Partai Golkar, Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto, memutuskan pindah partai ke Partai Berkarya be sutan adik nya, Tommy Soeharto.

Alasan anak keempat man tan Predisen Soeharto ini pindah karena kinerja pemerintahan Joko Wi dodo (Joko wi) belum bisa menyejahte rakan rakyat dan se bagai bagian dari partai pendukung pemerintah tentu Ti tiek tidak bisa mengkritisi. Pernyataan anggota Komisi IV DPR RI ini disampaikan saat acarakonsolidasiPartaiBer karya di Kompleks Museum Soe harto, Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul, Yogyakarta, kemarin. Lokasi ini menurut Titiek adalah tempat bersejarah keluarganya dan tempat ayah nya lahir. Dihadapkan kader Partai Ber karya, Titiek mengawali pi - datonya dengan memberikan gambaran kondisi bangsa.

Menurut dia, saat ada sekitar 7 juta lebih tenaga kerja menganggur dan butuh pekerjaan untuk meng hidupi keluarga mereka di te ngah kondisi ekonomi men - cekik. Namun ironisnya, kata Ti tiek, Indonesia justru diban ji - ri tenaga kerja asing yang ke - mampuannya tidak lebih pan - dai daripada tenaga kerja lokal. “Alam dan tanah yang me ru - pakan karunia Allah SWT seolah-olah tidak ada artinya, karena pemerintah tidak dapat mengolahnya dengan baik un - tuk memenuhi rakyat. Hampir semua kebutuhan pangan ma - sih impor,” ungkapnya.

Melihat kenyataan itu, Ti - tiek mengaku sedih bahkan ingin menjerit, protes, dan menyuarakan hati nurani rak - yat. Namun, posisinya sebagai ka der Golkar tidak memung - kin kan hal itu. Pasalnya, Golkar ada lah partai pendukung pe me - rintah. Sebagai anak biologis Soeharto, Titiek mengaku tidak bisa berdiam diri untuk tidak menyuarakan jeritan rakyat. “Oleh karena itu, saya memu - tus kan keluar dari Partai Golkar dan memilih memperjuangkan kepentingan rakyat melalui Partai Berkarya,” katanya di - sam but tepuk tangan hadirin. Sebagai konsekuensinya, Ti - tiek siap melepaskan jaba tan - nya sebagai anggota DPR.

Lebih dari itu, Titiek juga meng - ucapkan terima kasih kepada Partai Golkar yang telah me - nempa dirinya menjadi salah satu politikus wanita diper hi - tung kan di republik ini. Saat ini Golkar sudah memiliki begitu banyak politikus andal dan ti - dak membutuhkan dirinya lagi. “Saya mohon pamit kepada teman-teman di DPR, terima ka - sih untuk persahabatan dan ke - bersamaan kita selama ini, baik di KomisiIV, BKSAP, mau punsaat di rapat Paripurna,” ujarnya. Titiek menegaskan, dirinya sangat dibutuhkan Partai Ber - karya untuk mendongkrak per - olehan suara dan lulus parliamentary threshold dalam Pileg (Pemilu Legislatif) 2019.

“Kami mem - butuhkan dukungan seluruh masyara kat dan seluruh kom ponen bang sa agar cita-cita Pak Harto dan para pendiri bang sa ini bisa ter wujud. Indonesia menjadi bang sa besar, bangsa yang ber - mar tabat, dengan rakyatnya yang cerdas, hi dup adil, ma kmur, dan sejahte ra,” kata Titiek. Terpisah, Wakil Sekretaris Jen deral (Wasekjen) DPP Partai Golkar Sarmudji mengatakan, Par tai Golkar akan tetap kokoh tan pa ada Titiek karena Golkar me mang diisi kader-kader tang - guh. “Insya Allah tidak. Insya Allah, partai akan tetap kokoh se perti kata Mbak Titiek sendiri da lam penyataannya bahwa Gol kar di huni oleh kader-kader tang guh,” kata Sarmudji saat dihubungi.

Menurut Sarmudji, Golkar sudah terbiasa dengan peris ti - wa kepindahan kader sehingga peristiwa ini tidak akan meng - ganggu elektabilitas Partai Gol - kar di Pemilu 2019 nanti. “Daun yang jatuh adalah cara Tuhan menumbuhkan daun baru yang lebih segar,” ujarnya.

Ainun najib/ kiswondari