Edisi 12-06-2018
Tradisi Unik Lebaran Berbagai Daerah di Indonesia


Tak hanya religius, Lebaran juga menyimpan budaya dan tradisi unik setiap daerahnya. Budaya ini diwariskan secara turun menurun sebagai ciri khas masing-masing daerah. Berikut sejumlah tradisi Lebaran berbagai daerah di Tanah Air.

Ngadongkapkeun Banten
Acara ini dilakukan pada saat setelah salat Idul Fitri. Ucapan persembahan doa sebagai rasa syukur kepada Allah dan dilanjutkan dengan sungkeman kepada yang lebih tua.

Grebeg Syawal Yogya
Acara ini dilakukan pada saat menjelang 1 syawal. Tumpukan ‘gunungan’ menggunung ini berisi hasil bumi yang diiringi oleh pasukan keraton Yogyakarta.

Pawai Pegon Jember
Diadakan pada hari Lebaran ke tujuh, dengan cara gerobak ditarik oleh dua ekor sapi dan dihiasi dengan janur kuning. Masing-masing gerobak terdapat satu keluarga yang membawa ketupat beserta lauknya yang berasal dari hasil bumi. Tempat tujuannya adalah pantai. Di sanalah agenda makan bersama dilaksanakan antar warga.

Tellasan Topak (Lebaran Ketupat) Madura
Dilaksanakan pada hari ketujuh setelah hari raya Idul Fitri dengan memakan ketupat bersama. Uniknya, perempuan di sana mengantarkan makanan ke tempat orang yang lebih tua dengan meletakkan makanan yang beralaskan nampan di atas kepala. Jadi, jangan mencari ketupat pada hari pertama.

Makmeugang atau Meugang Aceh
Warga berduyun-duyun ke pasar untuk membeli daging sebagai hidangan Idul Fitri. Bisa dibilang ini sebagai hadiah karena berhasil menjalankan puasa selama satu bulan.

Ronjok Sayak atau Bakar Gunung Api Bengkulu
Batok kelapa yang ditumpuk menggunung lalu dibakar dan dilakukan pada malam takbiran atau malam ke 27.

Batobo Riau
Buat yang asli Riau pasti tidak asing dengan tradisi ini. Ya, begitu datang ke kampung halaman, langsung disambut dengan perayaan ini, diarak dengan menggunakan rebana mengelilingi kampung.

Badulang Bangka
Setelah salat Ied, salaman lalu kumpul lagi untuk makan bersama di halaman masjid. Makanannya ditutup dengan tudung saji.

Ngejot Bali
Tradisi membagi-bagikan makanan, minuman, dan buah-buahan kepada tetangga atau sekitar sebagai rasa terima kasih.

Perang Topat Lombok
Tradisi ini dilakukan setelah 6 hari Idul Fitri dengan saling melempar ketupat. Ini bukan rusuh tapi ungkapan rasa syukur.

Bakar Ilo Sanggari
NTB Bakar Ilo Sanggari merupakan tradisi dibuatnya lentera yang terbuat dari bambu dan dililit minyak biji jarak untuk dibakar dan akan dipasang di sekitar rumah. Masyarakat NTB percaya bahwa dengan menyalakan lentera, malaikat serta roh leluhur akan datang dan memberikan berkah saat Lebaran.

Meriam Karbit Pontianak
Tradisi yang menandai hari raya Idul Fitri di Pontianak adalah Meriam Karbit yang diselenggarakan pada saat malam takbiran. Warga yang tinggal di sekitar tepi Sungai Kapuas akan membuat meriam karbit berukuran besar yang nantinya akan dinyalakan pada saat malam takbiran.

Binarundak Sulawesi Utara
Tradisi Binarundak merupakan tradisi makan nasi jaha dalam bambu yang nantinya akan dibakar menggunakan serabut kelapa. Nasi Jaha sendiri terdiri dari campuran jahe, beras ketan dan santan.

Pukul Sapu Maluku
Pukul Sapu ini merupakan tradisi unik Idul Fitri di Indonesia tepatnya di Maluku yang cukup ekstrim. Tradisi pukul sapu mempertemukan dua kelompok pemuda dari desa Mamala dan Morela yang akan saling memukul sapu terbuat dari lidi pohon enau. Tradisi ini sangat ampuh untuk merekatkan persaudaraan antar dua desa.

Koran Sindo/Bobby Firmansyah