Edisi 12-06-2018
Bergembira Menuju Kemenangan


JAKARTA - Umat muslim seluruh dunia menuju detik-detik hari kemenangan setelah menjalankan puasa Ramadan.

Segala amal ibadah yang dijalankan dengan benar akan menjadikan manusia kembali fitrahnya. Umat yang menjalankan puasa dengan benar bakal diam - puni seluruh dosanya, khu sus - nya dosa-dosa yang haqullah, akan diampuni jika manusia bisa menjalankan puasa dengan sepenuh hati dan jiwanya. “Hanya puasa yang benar dan menghadirkan kese lu ruh - an jiwa untuk mengabdi kepada Tuhanlah akan mendapatkan pahala beserta ampunan. Na - mun, jika dalam menjalankan puasa tersebut seseorang juga menyertakan niat lainnya, se - lain dari kepada Tuhan, maka bi sa jadi puasanya tersebut ti - dak mendapatkan pahala dan ti d ak mendapatkan ampunan,” kata Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Muhib bin, kemarin.

Namun, ada juga dosa tidak bisa otomatis terampuni meski sudah menjalankan puasa de - ngan benar, yakni dosa kepada sesama manusia atau haqqul adami. Sebab Allah SWT hanya akan mengampuni dosa terse - but jika sudah ada pengabulan maaf dari orang terzalimi. Umat muslim yang beriman seharusnya tahu bahwa dosadosa kepada sesama manusia atau hak adami hanya akan ter - hapus jika sudah dimaafkan oleh manusia yang dizalimi atau disakiti tersebut. Kalaupun orang senantiasa memohon ke - pada Allah SWT bahkan di raudlah sekalipun dan dila ku - kan setiap pekan misalnya, te - tap saja tidak akan pernah ter - ha pus dosa yang dimaksud.

“Ka re na itu, hubungannya ada - lah sesama manusia atau me ru - pakan hak adam, bukan hak Allah SWT,” katanya. Oleh karena itu, pula ada tradisi halal yang tidak bisa di - lepaskan dengan ibadah puasa. Dia mengatakan, untuk me - nyem purnakan kefitrahan ten - tu juga harus saling me maaf kan sehingga semua dosa dan ke - salahan akan terkikis habis. Jadilah seluruh umat mus lim menjadi manusia yang fitri dan suci sebagaimana keti ka dulu dilahirkan tanpa dosa dan noda. Karena itu, se baiknya ketika berpuasa harus dilandasi ke - inginan untuk ber tobat dan mendapat ampunan Allah SWT. Namun, juga jangan dilupakan untuk mem ber sih kan salah kita kepada sesama umat manusia.

“Sudah barang ten tu kita juga harus mau beru saha berbuat kebaikan yang akan disayangi Tuhan. Kalau Tu han sudah sayang kepada kita, jangankan hanya untuk meng hapus dosa, untuk me mu tus kan apa pun tentang kita pasti akan dila ku - kan oleh-Nya,“ katanya. Dia menjelaskan, pada inti - nya Allah SWT akan meng ha - pus segala dosa hambanya yang menjalani puasa dengan baik dan benar. Namun, puasa bu - kan sekadar berpuasa perut un - tuk tidak makan dan minum, me lainkan juga menjaga ang go - ta badan lainnya untuk tidak bebas melakukan apa pun yang disukainya.

Siapa pun pasti akan me - nginginkan men da patkan ba - lasan pa hala dari Tuhan, bah kan kalau mung - kin te r ma suk men - da patkan pahala yang sangat besar. Karena itu me - mang dimung kin - kan, tetapi un tuk men dapat kan se - mua itu tidak mu - dah. “Harus mau men ja - lankan puasa de ngan be nar se - bagaimana yang per nah dico n - tohkan oleh Ra sulul lah Mu - ham mad SAW,” katanya. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indo ne sia (MUI) Zainut Tauhid Saíadi mengatakan, akan ada dua pe ra saan melanda se lu - ruh umat mus lim yang men ja - lan kan puasa. Pertama, yakni rasa pe nuh dengan ke gem bi ra an karena se ben tar lagi mema suki hari penuh ke me nangan.

Hal ini patut dirayakan se bab amal ibadah te lah terpenuhi sela - ma satu bu lan pe - nuh. Me nga lah kan segala ha wa naf su dan lapar da haga se hing ga pera - sa an pe nuh ke - me nangan pun wa jar di ra sakan oleh kaum muslimin yang beriman. Kedua, ada pula sebagian kaum beriman lain yang akan merasa sedih menjelang harihari akhir Ramadan. Merekalah yang berduka karena akan di - ting gal bulan suci dan cemas un - tuk menduga-duga akankah me reka akan bertemu lagi pada ta hun mendatang. “Bagi mere - ka yang sedih karena meng ang - gap Ramadan adalah bulan pe - nuh rahmat dan anugerah. Se - tiap ibadah yang dijalankan akan diganjar pahala oleh Allah SWT,” katanya.

Oleh karena itu, akan banyak umat muslim bercucuran air ma ta di pengujung Ramadan ka - rena akan ditinggalkan bulan pe nuh berkah tersebut. Semen - ta ra 11 bulan lainnya hanya akan menjadi bulan biasa saja yang dijalani umat manusia. Bagi para pemudik pun di ha rapkan jangan meninggalkan puasa meski mereka memang ber sta - tus musafir. Namun, tidak di pak - sakan jika memang para musafir itu tidak kuat menahan lapar. “Tapi perlu diingat puasa yang ditinggalkan itu wajib diganti di kemudian hari,” katanya.

Neneng zubaidah