Edisi 12-06-2018
Waspadai Amarah Spanyol


SOCHI – Setiap kontestan Piala Dunia 2018 tampaknya harus ekstrahati-hati kala bersua Spanyol. Ini berlaku bagi Portugal saat bentrok pada laga pembukaan Grup B, Sabtu (16/6).

Pasalnya, La Furia Rojadatang ke Rusia dengan rapor mentereng. Spanyol pernah mengalami mimpi buruk ketika disingkirkan Italia 0-2 pada babak 16 besar Piala Eropa 2016. Namun, di bawah komando Julen Lopetegui, Spanyol bisa bangkit. Terbukti, mereka jadi satusatunya tim yang belum terkalahkan dalam waktu cukup lama, yakni 20 laga dengan mengoleksi 14 kemenangan dan 6 imbang. Catatan itu jelas membuat Spanyol begitu percaya diri. Itu jadi modal penting saat meladeni Portugal di Olim - piyskiy Stadion Fisht. Sebab, tidak mudah mengalahkan Pepe dkk.

Faktanya, Negeri Matadorpernah dipermalukan 0-4 pada 18 November 2010 saat uji coba. Ketika jumpa lagi pada semifinal Piala Eropa 2012 di Polandia, Spanyol juga harus pontang-panting. Mereka sempat ditahan 0-0 pada waktu reguler walau akhirnya bisa menang 4-2 lewat adu penalti. Sayangnya, nada sumbang dari fansSpanyol tetap ter - dengar. Itu karena hasil dua laga uji coba terakhir yang hanya menceploskan dua gol. Meski memahami tuntutan fans, penyerang Iago Aspas mengatakan sepak bola bukan cuma prediksi di atas kertas. Menurut dia, era modern seperti sekarang, level permainan setiap tim tidak jauh berbeda sehingga cukup menyulitkan.

”Setelah melesakkan enam gol ke gawang Argentina, fans menginginkan kami mencetak enam gol ketika melawan Swiss dan delapan gol ke Tunisia. Tapi, mereka bermain sangat baik dan ada faktor lain yang mempengaruhi permainan. Kami menjalani laga uji coba yang bagus,” kata Aspas, dilansir Football-espana. Bomber Celta de Vigo tersebut menilai guna memulihkan kepercayaan fans, Spanyol harus membuktikan kapasitasnya pada Piala Dunia 2018. Aspas bertekad membawa timnya meraih hasil bagus saat melawan juara Piala Eropa 2016, Portugal. ”Jika kami berhasil memenangkan Piala Dunia 2018, tidak akan ada yang ingat dengan apa terjadi pada laga uji coba. Target utama kami adalah memenangkan laga pertama penyisihan Grup B melawan Portugal,” ucap Aspas.

Secara khusus, Aspas berharap mendapat kesempatan lebih banyak oleh pelatih sehingga memberikan kontribusi maksimal terhadap tim. Terlebih, dia telah membuktikan kualitasnya dengan menyumbangkan 5 gol dan 4 assistdari 10 laga terakhir bersama negaranya. ”Sama seperti 23 pemain yang ada di dalam tim, saya ingin menjadi starter. Tapi, keputusan final ada di tangan pelatih. Saya akan memak - simalkan kesempatan yang didapat entah lima, 15 atau 45 menit. Saya tidak merasakan tekanan apa pun. Saya bangga bisa berada di dalam tim. Saya ingin membantu sebisanya,” tandas Aspas. Meski begitu, ambisi Aspas dan Spanyol mengalahkan Portugal tidak akan mudah terwujud. Pasalnya, dari tujuh pertemuan terakhir melawan Portugal, kekuatannya cukup merata.

Spanyol mengoleksi 3 kemenangan dan Portugal 2 kemenangan, sedangkan dua laga sisanya berakhir imbang. Portugal juga datang ke Rusia dengan motivasi tinggi. Setelah menjuarai Piala Eropa 2016 di Prancis, A Selecao das Quinastentu ingin melanjut - kan sukses serupa dengan memenangi Piala Dunia 2018. Dipimpin Ronaldo, Portugal diyakini bisa memberi kejutan, termasuk saat melawan Spanyol. Namun, Pelatih Fernando Santos mengatakan untuk meraih hasil terbaik, permainan kolektif menjadi prioritas utama. ”Cristiano Ronaldo sangat penting. Tapi, kami menyadari, untuk menjadi pemenang, kami harus bermain baik sebagai sebuah tim,” papar Santos.

Mengenai kans pada laga perdana Grup B, juru taktik berusia 63 tahun itu menilai Spanyol akan sangat sulit di tak - lukkan. Sebab, Spanyol cukup berpengalaman dan punya skuad berkualitas. Namun, Santos menegaskan Portugal akan melakukan apa pun untuk meraih angka penuh. ”Kami berada di grup sulit dan akan bertemu Spanyol. Kami akan menghadapi salah satu favorit peraih gelar Piala Dunia 2018. Ini akan menjadi laga berat. Namun, semuanya akan ditentukan di lapangan. Segala sesuatunya sulit diprediksi,” pungkas Santos.

Alimansyah