Edisi 12-06-2018
Jodoh Nadal di Roland Garros


PARIS - Gelar juara Prancis Terbuka 2018 makin mengukuhkan Rafael Nadal sebagai raja di lapangan tanah liat.

Padahal, dalam laga final melawan Dominic Thiem di Philippe- Chatrier, Minggu (10/6), petenis peringkat satu dunia itu sempat dilanda rasa khawatir bakal terhenti akibat cedera pada pertengahan pertandingan. Ya, dalam partai pamungkas itu, Nadal sempat membutuh - kan perawatan pada game ke - empat pada set ketiga karena mengalami masalah jari. Na - mun, dia mampu melanjutkan permainan meski merasa panik apakah dirinya bisa menyelesai - kan permainan dengan baik. Hasilnya. Petenis asal Spanyol itu mampu mengakhiri laga dengan kemenangan tiga set langsung 6-4, 6-3, 6-2.

“Ini benar-benar luar biasa. Saya memainkan pertandingan hebat melawan petenis hebat. Saya mengalami momen sulit di set ketiga dengan kram di tangan saya. Saya sangat takut, tapi ini adalah olahraga. Jadi, untuk bisa menang 11 kali di sini benarbenar fantastis dan buka sesuatu yang pernah saya impikan,” kata Nadal, dilansir channelnewsasia . Perjalanan Nadal menuju gelar ke-11 jauh dari mulus. Setelah mundur dari Australia Terbuka awal musim ini akibat masalah pada pinggangnya, Na - dal melewatkan dua bulan se - tengah dari turnamen. Namun, sekali lagi, Nadal memang ber - jodoh dengan Roland Garros. Lapangan tanah liat yang me le - jitkan kariernya kembali mengangkat namanya setelah memenangkan gelar di Monte Carlo, Barcelona, dan Roma sebelum menuju Roland Garros.

“Kembali dari cedera dan memiliki peluang untuk me - nang di Monte Carlo, Barcelona, Roma, dan sekarang terutama di sini, ini sangat emosional bagi saya. Hari adalah momen yang sangat istimewa dan menerima satu, dua menit dari para penon - ton (standing ovation ), perasaan itu adalah momen yang sulit untuk dijelaskan. Sangat emo - sional bagi saya,” ucapnya. Bukan hanya itu, The King of Clay, julukan Nadal, pun bergabung dengan legenda pe te - nis putri Australia Margaret Court yang meraih 11 gelar pada grand slam yang sama. Keme - nangan juga membuatnya men - ca tatkan rekor pertandingan pada Roland Garros menjadi 86 kemenangan dan baru men de - rita 2 kekalahan.

Bukan hanya itu, Nadal yang kini berusia 32 tahun kini berga - bung dengan empat petenis putra yang memenangkan tiga gelar grand slam atau lebih sete - lah berusia 30 tahun. Sebelum - nya Roger Federer, Rod Laver, dan Ken Rosewall pernah me la - kukannya. Terlepas dari tren petenis yang masih bermain di usia yang tidak muda lagi, Nadal tahu bahwa ia tidak akan selamanya berada di turnamen. “Tujuh belas (gelar grand slam) adalah angka yang mengagumkan. Saya merasa sangat beruntung bahwa semua ini terjadi pada saya. Saya menikmati momennya. Itu bukan berarti saya tidak akan berjuang lagi untuk memberi saya lebih banyak peluang pada masa depan. Saya bermain untuk kebahagiaan dengan karier yang luar biasa,” ujarnya.

Sementara itu, Thiem percaya bahwa dirinya pasti kembali tampil pada final grand slam Prancis Terbuka pada tahun-tahun berikutnya. Peluang berikutnya yang mungkin Thiem dapatkan adalah grand slam Wimbledon, Juli mendatang. Apalagi, dia juga memiliki catatan bagus dengan mencapai ke babak empat pada tahun lalu. “Saya percaya bahwa ini bukan final grand slam terakhir saya dan itu tujuan terbesar saya, bisa lolos ke final berikutnya, lalu bermain dengan lebih baik daripada pertandingan kali ini,” ujar Thiem.

Raikhul amar