Edisi 12-06-2018
Dituntut karena Disebut Langgar Hak Cipta


NETEASE dikenal sebagai raja game di China. Tetapi, itu tidak membuat mereka lepas dari gugatan. Baru-baru ini, perusahaan milik William Ding Lei tersebut menghadapi tuntutan dari PUBG Corp.

Penyebabnya, NetEase dianggap meniru konsep battle royale milik mereka. PUBG Corp adalah pengembang game online multiplayer battle royale game PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) yang saat ini sedang populer di seluruh dunia. PUBG awalnya hanya hadir di Microsoft Windows dan Xbox One, selanjutnya dapat diakses di Android pada Februari 2018. Kemudian, game tersebut dibawa ke China melalui Tencent Games. Adapun NetEase Games mengembangkan Rules of Survival dan Knives Out, yang dianggap pihak PUBG Corp selaku developer game PUBG sebagai pelanggaran hak cipta dan merek dagang.

Dalam tuntutannya, PUBG Corp menilai game buatan NetEase menjiplak cukup banyak konsep dan ciri khas PUBG. NetEase tidak hanya memiliki satu game dengan konsep batte royale, tapi dua sekaligus, yakni Rules of Survival dan Knives Out. Kedua game ini hadir di mobile . Pihak PUBG Corp menyebutkan, ada 25 paten game PUBG yang dijiplak kedua game NetEase, mulai gameplay , tata letak user interface , bentuk bangunan, dan map menjadi acuan senjata khas berupa alat masak penggorengan, bahkan istilah momen kemenangan. PUBG merasa banyak ciri khas game mereka yang dijiplak kedua game buatan NetEase.

Walau PUBG sudah hadir lebih dulu, Rules of Survival dan Knives Out lebih cepat hadir versi mobil nya. Bisa jadi, muncul kekha wa tiran PUBG Corp bahwa PUBG versi mobile tidak akan merajai game mobile battle royale. NetEase sendiri mengklaim bahwa game mereka telah dipakai 100 juta orang. PUBG Corp ingin agar pihak NetEase menarik game Rules of Survival dan Knives Out dari App Store dan Play Store serta tidak mengembangkan game itu lagi. Awalnya pihak PUBG Corp mengirimkan komplain kepada NetEase melalui pihak Apple, yang kemudian mendapatkan balasan dari NetEase yang menyatakan bahwa game RoS dan Knives Out tidak me ni ru game PlayerUnknown’s Battle grounds.

Setelah tindakan secara kekeluargaan tidak ditang gapi NetEase, pihak PUBG Corp terpaksa mengambil langkah hukum.

Danang