Edisi 12-06-2018
Investasi USD81 Juta untuk Asia Tenggara


HUAWEI baru saja mengumumkan investasi senilai USD81 juta (sekitar Rp1,13 triliun) untuk mengembangkan ekosistem digital di kawasan operasi Asia Tenggara.

Presiden Huawei Asia Tenggara James Wu mengatakan, investasi tersebut berwujud program Huawei Developer Enablement Plan. “Tujuannya, mendorong pembangunan ekonomi dan ekosistem digital di kawasan ini,” kata Wu dalam gelaran Asia Pacific Innovation Day 2018 di Bangkok, Thailand. Dalam tiga tahun ke depan, Huawei akan menyalurkan dana tersebut untuk pembangunan OpenLabs yang akan menjadi tempat belajar para pengembang berbasis komputasi awan (cloud ), sekaligus mendorong pembinaan sumber daya TIK di kawasan tersebut. Wilayah operasi Asia Tenggara Huawei meliputi negara-negara seperti Thailand, India, Vietnam, Myanmar, Kamboja, Laos, Bangladesh, Sri Lanka, Nepal, Hong Kong, dan Macao.

Sementara Indonesia masuk di kawasan Pasifik Selatan bersama Malaysia, Filipina Singapura, Australia, Selandia Baru, dan Papua Nugini. Menurut James Wu, Huawei akan membuka OpenLab di New Delhi, India pada Agustus tahun ini. OpenLab yang akan dibuka tersebut, bersama yang telah ada di Bangkok dan Singapura, akan menjadi platform inovasi terbuka bagi Huawei dan mitra setempat dalam mengembangkan solusi industri yang dibutuhkan masing-masing kawasan. Wu juga mengumumkan Huawei Developer Challenge 2018, yang akan diluncurkan pada 11 Juni 2018.

Kompetisi tersebut digelar sebagai ajang mentoring bagi pengembang lokal. “Ini menjadi kesempatan besar bagi developer untuk menciptakan solusi terarah yang dapat mendukung digitalisasi industri,” katanya.

Danang