Edisi 12-06-2018
FO Bikin Bekasi Hemat Dana


BEKASI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menghemat anggaran Rp31,74 miliar dari penggunaan internet di kantor pemerintahan di Deltamas, Cikarang Pusat, pada 2018.

Sebab, pemerintah tidak lagi menyewa serat (fiber) optik milik swasta karena telah memiliki instalasi sendiri. Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bekasi Beny Saputra mengatakan, pemerintah membutuhkan jaringan internet yang cukup besar untuk menunjang berbagai pekerjaan yang kini lebih banyak berbasis internet dan keperluan pemerintah lain. Contohnya, mekanisme lelang proyek pekerjaan pembangunan hingga pelayanan publik seperti pembuatan kartu keluarga dan e-KTP. “Fiber optick (FO) membuat dana Rp31,746 miliar tetap berada di kas daerah,” ujar Beny.

Beny menjelaskan, dengan alokasi dana Rp31,74 miliar, masing-masing unit kerja mendapatkan kekuatan jaringan internet minimal 50 megabyte per second (mbps). Sementara biaya penyewaan koneksi dengan kapasitas 50 mbps men - capai Rp18,5 juta per bulan per unit kerja. “Memang membutuhkan anggaran besar, untungnya ada fiber optik, jadinya hemat,” ungkapnya. Dibanding daerah lain, Kabupaten Bekasi termasuk daerah terdepan yang memiliki jaringan infra - struk tur tersendiri. Apalagi, saat ini ja ri ng - an ini sudah terkoneksi di 23 kecamatan. Dia mencontohkan, di Kota Surabaya yang pelayanan publiknya sangat baik membutuhkan anggaran sampai Rp40 miliar untuk jaringan internet.

Hingga kini mereka lebih memilih menyewa, sedangkan Kabupaten Bekasi memilih membangun sendiri. Anggaran pembangunannya di awal besar, tapi penggunaannya akan terasa untuk jangka panjang. Apalagi, pem ba - ngun an fiber optik dilakukan bertahap sejak 2015 dengan total biaya Rp92 miliar. “Anggaran Rp92 miliar sudah ter - m asuk perangkat aktif dan sebagai lang - kah awal. Pem - bangunan difo kuskan digedung pe - merintah,” ung kapnya. Beny menargetkan, jaringan fiber optik ini dapat terhubung 900 kilometer. Pemasangan itu meliputi seluruh kantor perangkat daerah, seluruh kecamatan, desa, sekolah, hingga kawasan industri. “Jaringan sudah mulai tersebar dengan jangkauan yang kami miliki mencapai 500 kilometer,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Uju Juhaeri menambahkan, keberadaan fiber optik ini telah mulai dilirik sejumlah perusahaan penyedia layanan komunikasi. Beberapa di antaranya telah mengajukan kerja sama penggunaan fiber optik milik pemerintah kabupaten. “Perusahaan penyedia layanan sudah mulai menghubungi. Mereka jelas meng - hit ung biaya pengeluaran daripada mem - bangun sendiri sebaiknya menggunakan infrastruktur yang ada,” ujarnya.Menurut dia, kehadiran fiber optik ini bisa menjadi potensi pendapatan asli daerh (PAD) baru. Penggunaan infrastruktur jaringan ini telah lebih dulu diatur dalam Peraturan Daerah tentang Retribusi.

“Sudah saya instruksikan bahwa bentuk kerja sama dengan sejumlah perusahaan dapat terlaksana mulai tahun ini karena memang payung hukumnya sudah ada,” ujarnya. Jaringan FO ini adalah jaringan kabel fiber optik yang disebut dengan serat optik merupakan salah satu perangkat keras internet sejenis kabel berbahan dasar dari serat kaca yang mempunyai kecepatan transfer data yang sangat tinggi.Selain untuk kepentingan pemerintah, keberadaan FO dapat meningkatkan PAD. Karena jaringan fiber optik bisa disewakan kepada pihak swasta. Panjang kabel infrastruktur FO yang sudah dibangun di Kabupaten Bekasi mencapai 560 kilometer yang dibangun sejak 2015 dengan anggaran yang sudah dihabiskan mencapai Rp90 miliar.

Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Sunandar menegaskan, sudah waktunya dinas terkait untuk memikirkan pemasukan PAD dari serat optik tersebut. Sebab, anggaran yang digelontorkan untuk infrastrukturnya sangat besar mulai dari jaringan dan gedungnya. “Kami harapkan hasilnya bisa dinikmati warga,” tandasnya. Menurut dia, pihaknya selalu mendukung upaya-upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengadakan infrastruktur fiber optik ini. Apalagi dalam kajiannya, jaringan infratsruktur ini bisa menjadi PAD hingga ratusan miliar. “Kami minta dikelola yang baik dan menghasilkan PAD yang besar nantinya,” katanya.

Abdullah m surjaya