Edisi 12-06-2018
Pasar Apartemen Tetap Kuat pada Bulan Ramadan di Kota Besar


JAKARTA - Pasar properti secara tradisional mengalami penurunan pada bulan Ramadan. Namun, hal tersebut tampaknya menjadi pengecualian untuk sektor apartemen.

Hal ini didukung tingginya minat generasi milenial terhadap properti tipe apartemen, khususnya di kota besar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Berdasarkan Rumah.com Property Index, harga apartemen secara nasional melonjak drastis dalam tiga tahun terakhir. Peningkatan harga apartemen tetap stabil, bahkan meski berada dalam periode Ramadan. Data Rumah.com Property Index ini memiliki akurasi yang cukup tinggi untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Indonesia. Survei ini merupakan hasil analisis dari 400.000 listing properti dijual dan disewa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman yang dikunjungi setiap bulan dan diakses lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya.

Country Manager Rumah.com Marine Novita menjelaskan bahwa pada periode Ramadan 2016 yang dimulai pada awal Juni 2016 (akhir kuartal kedua) dan berakhir pada awal Juli 2016 (awal kuartal ketiga), misalnya, tren pasar apartemen meningkat 1,1% pada kuartal ketiga (Q3) dibandingkan kuartal kedua (quarter-onquarter/ q-o-q). “Selanjutnya, pada periode Ramadan 2017 yang dimulai pada akhir Mei 2017 dan berakhir pada akhir Juni 2017 (kuartal kedua), peningkatan juga tetap terjadi. Index menunjukkan kenaikan 2% pada Q3 dari Q2.

Secara tahunan, Index menunjukkan kenaikan harga sebesar 10,5% pada Q1 2018 dibandingkan Q1 2017,” ungkapnya. Tren ini berbeda dibandingkan tren pasar properti secara keseluruhan, yang juga mengukur rumah tapak. Pada periode Ramadan 2016, tren pasar properti mulai menurun 0,4% pada Q3 (q-o-q). Selanjut - nya, pada periode Ramadan 2017, pe - nurunan 0,1% juga terjadi pada Q3. Tren pasar properti pada fase Ramadan secara tradisional menurun karena pengeluaran konsumen lebih banyak pada belanja konsumtif. Optimisme pasar properti di sektor apartemen ini dirasakan Agus Susilo, Direktur Utama Cimanggis City Apartment, Depok.

Menurutnya, penjualan pada bulan Ramadan tetap terjaga. Pada Mei, pihaknya berhasil menjual 51 unit. Di samping kemudahan pembiayaan, seperti cicilan uang muka, gimmick marketing yang disesuaikan dengan event yang sedang berlangsung seperti Ramadan tampaknya cukup ampuh untuk menarik minat konsumen. Agus menggelar acara buka bersama (bukber) sebagai ajang membagikan informasi produk serta menawarkan bonus umrah. “Sekitar 30% akad pada Mei terjadi saat bukber,” katanya. “Pada bulan Ramadan malah meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya pada periode yang sama. Kebanyakan pembeli apartemen adalah pekerja di sekitar Depok. Ada yang untuk ditinggali, ada yang untuk investasi. Sebanyak 30%-40% pembelinya berasal dari kalangan milenial, di bawah 35 tahun, beberapa masih lajang.” ujar Agus.

Ketertarikan milenial terhadap properti, khususnya apartemen, juga tecermin dari Rumah.com Property Affordability Sentiment Index. Survei yang dilakukan Rumah.com bersama lembaga survei Singapura, Intuit, itu menunjukkan bahwa 59% responden berusia 20-39 tahun tertarik membeli apartemen dalam enam bulan ke depan. Minat yang lebih tinggi lagi ditunjukkan generasi selanjutnya. Sebanyak 61% responden usia 40-60 tahun menyatakan berminat membeli apartemen dalam enam bulan ke depan. Tingginya minat terhadap apartemen ini tidak lepas dari karakter apartemen, yakni hunian dengan harga relatif terjangkau dan berada di lokasi strategis. Dengan demikian, apartemen bisa dimanfaatkan juga sebagai investasi.

Menurut Head of Marketing Rumah.com Ike Hamdan, dari sudut pandang konsumen milenial, apartemen adalah properti yang menarik. Letaknya yang strategis mendukung karakter mereka yang aktif dan dinamis. Apartemen biasanya terletak tidak jauh dari pusat hiburan dan mudah menjangkau akses transportasi. Harganya juga masih bisa dijangkau oleh mereka yang berpeng ha sil - an di bawah Rp10 juta.

Anton c