Edisi 12-06-2018
Tanpa Slank, Bisa Tampil di IIMF 2018


JAKARTA –Nama Deanda selalu dikaitkan dengan Slank. Ini karena dia putri dari Koko, kakak sulung Kaka Slank. Tak heran jika karier musiknya selalu dikaitkan nama besar pelantun Mawar Merah itu.

Deanda kerap dinilai mendompleng popularitas Kaka. Padahal, selama ini Deanda berjuang untuk bisa eksis. Seperti saat dia dipercaya mengisi acara International Indie Music Festival (IIMF) 2018 yang akan berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, 27 September-7 Oktober 2018. Apa yang dilakukannya ini sebagai kerja kerannya di jalur musik. “Saya senang banget saat diminta mengisi acara itu. Ini acara musik festival yang megah. Saya akan membawakan beberapa lagu,” kata Deanda. “Saya enggak dibantu sama Slank. Saya berusaha sendiri untuk melakukannya. Bahkan, sejauh ini belum kepikiran untuk minta bantuan (Slank),” ujarnya.

Penyanyi berusia 21 tahun ini justru menikmati proses musiknya yang mulai menanjak di industri musik Indonesia. Dengan demikian, ke depan dia bisa menjadi penyanyi yang bisa mempertahankan eksistensinya. CEO Deteksi Production Harry Koko Santoso mengatakan, musisi yang tampil pada IIMF ini untuk memberi kesempatan kepada para musisi dengan kualitas mumpuni. Tidak saja untuk musisi Indonesia, juga mancanegara. “Lewat kegiatan ini, kami juga mengajak agar semua musisi indie, baik lokal maupun internasional, supaya bisa menjaga kebinekaan dalam bermusik secara baik,” ujarnya.

Adapun, musisi indie lokal yang bakal tampil di acara ini, antara lain Efek Rumah Kaca, Sore, Grass Rock, Barasuara, Payung Teduh, Bangkutaman, Mocca, Endah N Rhesa, White Shoes & The Couples Company, hingga Fourtwnty.

Sindonews.com