Edisi 08-07-2018
Label Baru The Three Lions


Dalam beberapa gelaran Piala Dunia terakhir, Inggris tak pernah memiliki status terhormat.

Namun setelah memulangkan Swedia dari Rusia dan merebut tiket semifinal Piala Dunia 2018, label sebagai tim papan atas sepak bola pun kini tersemat kepada The Three Lions. Inggris hanyalah tim raksasa yang di labeli sebagai pelengkap turnamen. Tapi sentuhan tangan Gareth Southgate mem buat pasukan “singa” ini bisa bicara banyak tahun ini.

Inggris memukul Swedia 2-0 demi mengamankan jalan ke semifinal Piala Dunia. Harry Kane dkk mengirim Blagult — julukan Swedia—setelah unggul 2-0 di Cosmos Arena, Samara, tadi malam. Gol Inggris disumbang Harry Maguire dan Dele Alli.

Kesuksesan ini menghidupkan kerinduan mereka untuk merasakan manisnya gelar juara dunia. Di semifinal The Three Lions akan meladeni pemenang duel Rusia kontra Kroasia yang pada saat berita ini diturunkan masih berlangsung. Pertandingan Inggris berikutnya bakal dihelat di Luzhniki Stadium, Miskow, 11 Juli mendatang.

“Saya rasa inilah Inggris yang sesungguhnya. Kami menampilkan permainan bagus dan ini hasil yang positif, hasil yang kami cari,” ujar Gareth Southgate kepada FIFATV di pinggir lapangan. “Kami tidak akan bicara soal kans ke final, saya fokus untuk pertandingan berikutnya,” imbuh dia.

Rasa percaya diri Inggris melonjak setelah menjinakkan Swedia. Sebelumnya Inggris memukul Kolombia lewat adu penalti 4-3 (1-1) di fase 16 besar. “Itu dampak dari sistem pelatihan yang dikembangkan tim. Rasa percaya diri sangat penting dalam suatu tim,” ungkap seorang staf Southgate di saat menggelar pelatihan jelang laga kontra Swedia di Spartak Zelenogorsk.

Pada babak grup, Inggris memetik dua hasil sempurna dan satu kekalahan dari Belgia. Kane dkk juga subur dengan melesakkan delapan gol di fase tersebut. Setelah memukul Swedia dan Kolombia, bukan hanya fans Inggris di Rusia yang berpesta. Ribuan orang juga merayakannya di London, Manchester, Liverpool, dan kota-kota lain di Inggris.

“It’s coming home, it’s coming, football’s coming home! “ Penggalan lagu tersebut terus dilantunkan fans yang memadati Cosmos Arena, Samara dan juga sejumlah Fanfest di Rusia. Kemenangan atas Swedia merupakan tiket babak empat besar Piala Dunia pertama yang direbut Inggris sejak 1990.

Di Italia 28 tahun lalu Inggris merintis asa untuk bisa kembali merasakan manisnya gelar juara dunia. Tapi di semifinal mereka tak berdaya menghadapi Jerman Barat. Adapun pada perebutan tempat ketiga, tuan rumah Italia yang berkuasa.

Dalam lima Piala Dunia terakhir, langkah terjauh The Three Lions adalah perempat final, yakni pada 2002 di Korea Selatan- Jepang dan 2006 di Jerman. Adapun pada 2014 di Brasil, Inggris tak mampu maju ke babak gugur. Sementara itu di semua kompetisi sepak bola, laga semifinal terakhir yang dirasakan The Three Lions adalah Piala Eropa 1996 yang digelar di hadapan publik mereka sendiri.

Bahkan kala itu masyarakat Negeri Ratu Elizabeth II pede mendengungkan Football Coming Home. Maklum Inggris mengklaim sebagai pencipta sepak bola modern. Lagu Th e Three Lions dengan lirik it’s coming home, it’s coming, football’s coming home menggambarkan optimisme Alan Shearer dkk untuk bisa memeluk supremasi tertinggi Benua Biru.

Namun ternyata football hanya mampir karena mimpi Inggris lantas dihancurkan Jerman di semifinal. Kemenangan ini juga membuat mantan kapten Inggris David Beckham bisa tersenyum. Selain hasil yang diharapkan, dia juga memenangi taruhan dengan eks kartu as Swedia Zlatan Ibrahimovic.

Taruhan ini berasal dari tantangan Ibrahimovic yang mengatakan jika Inggris menang, penyerang LA Galaxy tersebut akan mentraktir Beckham di mana pun di dunia ini. Tapi jika Swedia menang, Beckham wajib mentraktir Ibrahimovic belanja di IKEA.

Beckham merespons tantangan itu, tapi mengusulkan bila The Three Lions yang menang, Ibrahimovic harus menyaksikan salah satu laga timnas Inggris di Wembley dengan mengenakan kostum Inggris. Dan bila Swedia yang menang, Beckham dengan senang hati bakal memborong barang-barang dari IKEA untuk melengkapi rumah baru Ibra di Los Angeles, Amerika Serikat.

Rupanya kini Beckham yang tersenyum. “Sangat bangga dengan apa yang ditunjukkan para pemain dan respek saya untuk Gareth (Southgate),” ujar Beckham. Sementara itu Swedia harus memendam asa untuk melaju ke semifinal Piala Dunia 2018.

Arsitek Blagult Janne Andersson mengungkapkan bahwa Inggris bermain lebih baik. “Saya yakin pemain kami sudah berusaha maksimal. Saya berterima kasih kepada suporter kami yang luar biasa di semua pertandingan,” ujar Andersson.

HANNA FARHANA

Laporan Wartawan Koran Sindo

SAMARA, RUSIA