Edisi 08-07-2018
Developer Perlu Terus Berjejaring


JAKARTA –Perkembangan startup di Indonesia semakin menjanjikan seiring dengan tingginya penggunaan media digital.

Developer lokal bersaing dengan developer asing dalam memperebutkan pasar digital Indonesia. Design Lead Traveloka Nurul Ibrahim mengakui potensi developer lokal sangat besar. Terbukti para developer lokal sudah bisa menjadikan perusahaan mereka menembus level global.

Tantangan pasar membutuhkan kapasitas inovasi teknologi dan para developer perlu merancang sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan mereka. Dalam bersaing dengan developer asing, menurut Nurul, produk developer lokal memiliki kelebihan alami, yaitu rasa penasaran human resource dan speed.

“Industri seperti ini perlu banyak keterampilan yang harus up to date , harus banyak berani bereksperimen dan cepat respons atas masalah pengguna atau masalah teknis,” tuturnya. Nurul juga mengungkapkan tantangan terbesar dalam pengembangan startup adalah menanamkan nilai dasar desain dalam setiap keputusan sehari-hari.

Termasuk apakah desain tersebut dalam praktiknya dapat betul-betul berguna buat pengguna atau bahkan untuk bisnis. Secara prinsip desain adalah tentang pemecahan sebuah masalah, di samping elemen estetika rancang produk yang harus berfungsi dan berguna buat pengguna.

“Berbagai solusinya dapat memanusiawikan sebuah interaksi digital atau bahkan membantu kepuasan pengguna dan kualitas hidup sehari-hari mereka,” tambahnya. Traveloka sebagai perusahaan digital asli Indonesia yang sukses, sejak 2015 telah berekspansi ke pasar luar negeri.

Perusahaan digital penyedia layanan hotel dan transportasi ini telah merambah Singapura, Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Thailand untuk memperkuat pasar Asia. Vice President Enginerring Style Theory Hengky Sucanda, yang membangun startup fashion Indonesia dan berbasis di Singapura, mengatakan saat ini banyak developer Indonesia yang berhasil kerja di perusahaan besar global seperti di Facebook dan Google .

Hengky berharap Indonesia memiliki kerja sama antara industri dan universitas untuk terus ditingkatkan. Dia mencontohkan kerja sama yang dilakukan Facebook dengan Stamford University. “Mereka banyak melakukan penelitian di Universitas atau menjadi funding untuk membuat bahasa pemrograman yang baru.

Indonesia masih mungkin belum untuk tujuan yang lebih luas, sehingga tidak membuatimpact yang lebih besar,” ujarnya. Vice President of Engineering Bukalapak Ibrahim Arief mengungkapkan rasa optimistisnya bahwa developer Indonesia akan terus maju dan tidak akan kalah dengan developer asing baik di pasar nasional maupun di pasar global.

Developer Indonesia menurutnya juga semakin agresif untuk terus mengembangkan sayapnya agar tersebar merata di seluruh Nusantara. Menurut Ibrahim, ekosistem dan pengalaman developer Indonesia selama beberapa tahun terakhir tumbuh dengan sangat cepat seiring banyaknya perusahaan-perusahaan teknologi berskala besar.

“Karena itu kasus ini masih menjadi pekerjaan rumah untuk kita semua. Bagaimana caranya perusahaan teknologi yang besar bisa membantu supaya pertumbuhan talenta developer berkualitas bisa lebih merata,” tutur Ibrahim kepada KORAN SINDO.

Vice President of Product Bukalapak Zakka Fauzan Muhammad menjelaskan, terdapat dua hal yang harus dilakukan untuk menjadi startup sejati.

“Pertama learning by doping . Semua teori yang pernah dibaca atau dilihat baru akan berguna dan kita ingat saat kita coba.

Kedua, dengan networking (berjejaring) kita bisa belajar banyak dari cara teman-teman kita sesama product manager sehingga dapat membuka wawasan kita.

Terutama jika kita sudah terlanjur terjebak dalam produk yang kita kembangkan terlalu lama,” ujar Zakka. Pengamat teknologi informasi (TI) Heru Sutadi menilai, developer lokal dan developer asing hingga saat ini sangat kompetitif meski belum sebanding dengan India dan China.

Menurutnya developer Indonesia masih minim dalam pembinaan, termasuk memaksimalkan link and match dengan kebutuhan yang ada di industri. “Tentu dukungan pemerintah dan industri yang juga perlu kolaborasi dengan perguruan tinggi,” papar Heru. Dia menambahkan, kelebihan developer Indonesia antara lain memiliki kemampuan untuk membuat aplikasi berbasis lokal dan menggunakan bahasa Indonesia.

ananda nararya