Edisi 11-07-2018
Pemkot Jakbar Ancam Tutup 40 Industri


JAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat mengancam akan mencabut izin bagi perusahaan industri yang mencemari Kali Mookevart.

Pasalnya, 40 industri yang berada di Jalan Daan Mogot diduga kuat membuang limbah ke kali tersebut. Dari informasi yang di himpun, puluhan industri tersebut terindikasi melanggar aturan. Mereka membuang limbah secara sembarang ke Kali Mookevart yang ada di depannya.

Akibatnya, kondisi kali tersebut kian buruk. Selain berwarna hitam dan banyak di penuhi buih busa. Kali tersebut juga menimbulkan bau me-nyengat. “Kemungkinan besar, di sana ada pelanggaran pencemaran. Ke na pa karena kali depan itu hitam pekat berbuih, itu kan hasil buangan industri yang ada sepanjang Kali Daan Mogot,” kata Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi di Mapolres Metro Jakarta Barat kemarin.

Tim Pengawasan Terpadu, kata Rustam, saat ini masih melakukan pemantauan dan mendata industri yang sengaja mem buang limbah ke kali tersebut hingga 10 hari ke depan. Jika terbukti melanggar, kata dia, pihaknya akan memberikan sanksi berupa penutupan atau pencabutan izin.

Rustam menyebut, selama dua hari pemantauan, dari 40 bangunan yang diduga mencemari lingkungan, ada 4 bangun an yang sudah diperiksa dan di te mukan melakukan pelanggaran dalam pengolahan limbah. “Ini masih direkap. Pelanggarannya beragam. Dalam izin itu ada pengolahan limbah, tapi tidak berfungsi.

Ada yang sudah memiliki (tempat pengolahan), tapi kurang maksimal. Ada juga yang tidak punya sama sekali. Ini ada sanksi sendiri-sendiri. Sanksi terberat kami tutup,” ujarnya. Rustam menjelaskan, ke depan bukan hanya industri di wilayah Daan Mogot yang akan diperiksa melainkan juga kawasan lainnya, termasuk hotelhotel yang berada di lingkungan Jakarta Barat, khususnya Jalan S Parman.

Selain di Daan Mogot, kata dia, Pemprov DKI Jakarta melakukan inspeksi terhadap 40 bangunan di kawasan industri Pulogadung, Jakarta Timur. Kedua wilayah itu termasuk dalam zona kritis dan rusak berdasarkan peta zonasi konservasi air.

Seperti diketahui, Pemprov DKI telah melakukan pemeriksaan instalasi pengelolaan air limb ah (IPAL) dan sumur resapan di 80 gedung dan bangunan yang berada di kawasan Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin. Dari pemeriksaan tersebut, ada 68 gedung yang tidak memenuhi persyaratan sumur resapan dan IPAL.

Para pengelola gedung telah diberi surat peringatan untuk segera menindaklanjuti. Kasudin Lingkungan Hidup Pemkot Jakarta Barat Edy Mulyanto menegaskan, bakal menelusuri pencemaran ling kung - an di Kali Mookevart, Cengkareng, Jakarta Barat. “Kita akan cek. Tim akan kita diturunkan, dan kualitas air akan dicek juga,” ucap Edy.

Meski begitu, Edy menilai, warna air kali yang menghitam tak serta-merta membuat ka - wasan itu mengalami pen ce - mar an. Sebab di beberapa lokasi, diketahui lumpur kerap membuat warna berubah. Karena itu, untuk menge - tahui kandungan dan pe n ce - maran lingkungan dibutuhkan pengecekan laboratorium yang membutuhkan waktu minimal 10 hari.

“Nanti kita ambil sampel air untuk mengeceknya,” kata Edy. Edy mengaku, cukup concern dalam menjamin kondisi lingkungan di wilayah Jakarta Barat. Selain menutup tiga industri di Kalideres beberapa waktu lalu.

Pemberian sanksi sem pat diberikan kepada se - jumlah industri di Jakarta Barat karena melakukan pelanggaran. Edy menambahkan, akan terus memonitor kali-kali di Ja - karta Barat. Pemberian sanksi baik administrasi hingga lainlain bakal dilakukan apabila ada yang terbukti melanggar.

yan yusuf