Edisi 11-07-2018
Program OK Otrip Belum Maksimal


JAKARTA – Program One Karcis One Trip (OK Otrip) di DKI Jakarta belum bejalan maksimal.

Ini disebabkan belum terangkulnya seluruh operator eksisting dan standar pelayanan minimum (SPM) tak terpenuhi. Uji coba program OK Otrip yang telah berjalan sejak 15 Juni dan akan berakhir bulan ini ha nya merangkul dua operator eksisting, yakni KWK dan Koperasi Budi Luhur. Ope ra tor lain nya tidak sepakat de ngan ta r if rupiah per kilometer.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyarankan PT Trans - por tasi Jakarta mem buka seca ra terang-terangan komponen peng hitungan ru piah per ki lo me ter yang di pu tus kan sebesar Rp3.749. “Ha rus se - suai aturan Dit jen Per hu bung - an Darat Ke men terian Per hu - bung an.

Kalau su dah se suai ope rator harus meng ikuti. Ta - pi kalau belum se suai, ya PT Trans portasi Jakarta per lu me - nyesuaikan,” ujar Ke pa la Dinas Per hubungan DKI Ja karta An - dri Yansyah kemarin. Selama ini penentuan ru - piah per kilometer yang di pu - tus kan PT Transportasi Ja kar - ta di lakukan tidak transparan.

Kemudian, lambatnya rea li sa - si OK Otrip juga karena per ma - sa lah an jarak tempuh, seperti yang ter jadi di Tanah Abang, Ja karta Pu sat. Operator ek s i s - ting di Ta nah Abang sulit me - nem puh ja rak 175 km per hari se suai yang di putuskan PT Trans portasi Ja kar ta.

Operator hanya sanggup me menuhi ja rak tempuh se ki tar 150 km. Dishub sudah meminta ke - dua nya mencari jalan tengah de ngan menghitung 175 km di tam bah 150 km dibagi dua dan ha silnya 162,5 km. Na - mun, PT Trans portasi Jakarta ti dak meng gubris solusi itu. “Ha rus nya diuji coba dulu. Se - tiap tra yek memiliki jarak ber - beda. Ope rator mana yang bisa me nem puh dan tidak bisa me - nem puh 162,5 km.

Nanti tinggal di bayar berbeda seperti yang ber la ku di masingmasing koridor bus Trans ja ka - r ta,” ungkap Andri. Tak kalah pentingnya pe n - ca pai an SPM dalam program OK Otrip, yakni bus stop, kon - di si ja lan, armada, serta adm i - nis trasi ha rus sesuai ke ten tu - an. M e nu rut dia, saat ini PT Trans portasi Ja karta hanya me lakukan ta p ping penc ap ai - an trayek wilayah in tegrasi.

“Pak Gubernur dan Wa kil Gubernur minta masalah ini sel e - sai akhir Juli,” tegasnya. Ketua Organisasi Ang kut - an Da rat (Organda) DKI Ja kar - ta Shaf ruhan Sinungan me - nga ta kan, program OK Otrip yang di uji cobakan saat ini ha - nyalah asal dan hanya me - nyen tuh sis tem tapping.

Padahal, untuk me mindahkan pe - ngen dara pri badi ke angkutan umum sesuai prog ram OK Otrip harus m e me nuhi SPM fa silitas pelayanan. Artinya, selain meng hi - tung ber sama komponen ru - piah per ki lometer dan jarak tem puh, SPM menjadi sangat pen ting lan taran menyentuh hing ga ke per mukiman.

“Yang ter jadi saat ini apa be - da nya de ngan angkot? Cu ma tap ping doang. Naik dan tu - run pe num pang saja sem ba - rang an,” katanya. Pada prinsipnya, operator ek sisting sangat siap meng - ikuti, bahkan mendukung OK Otrip. Namun, dari masalah ta - rif saja PT Transportasi Jakarta dan Dishub tidak bisa me mu - tus kannya dengan bijak.

“Dari pada ikut asal-asalan, lebih baik ki ta persiapkan sesuai aturan SPM,” ujar Shafruhan. Kepala Humas PT Transportasi Jakarta Wibowo mem - ba n tah PT Transportasi Ja kar - ta me nutup penghitungan kom pon en rupiah per ki lo me - ter. Me nurut dia, peng hi tung - an ru piah per kilometer di la - ku kan ter buka karena me li bat - kan Lem baga Kebijakan Peng - ada an Bar ang dan Jasa Pe me - rin tah (LKPP) serta dibahas ber sama operator.

Persoalan belum bergabungnya operator eksisting ha ny a lah tarif rupiah per ki lo - me ter yang tidak menemui ke - se pa kat an. Operator meminta ang ka yang bervariasi. “Kalau ber beda-beda bisa timbul konflik,” ucapnya. Wakil Gubernur DKI Ja kar - ta Sandiaga Uno menuturkan, OK Otrip yang telah diper pan - jang dua kali sejak 15 Juni lalu ba ru dua operator yang ber ga - bung.

Dari 30 trayek, baru enam tra yek yang tercapai. Ke - mu di an, dari jumlah angkot yang di tar getkan 2.687 unit hing ga akhir tahun saat ini ti - dak sam pai seratus. “Ini persentasenya sangat ren dah dan kita terus genjot. Se ba gian masyarakat dan in - ter n al big data kita me nya ta - kan OK Otrip sangat membantu.

Jadi, selama ini k es u lit an - nya adalah pe nentuan rupiah per k il o me ter,“ ujarnya. Pada rapat pimpinan se be - lum nya, Gubernur Anies Bas - we dan meminta akhir bulan ini se mua bergabung, ope ra - tor atau pun mayoritas harus ber ga bung sehingga akhir 2018 tar get bisa tercapai.

Salah satu yang diperlukan ope - ra tor, yak ni ru piah per kilom e - ter jangan ada dus ta di antara ki ta. Na mun, yang terjadi saat ini ke ti da k si n kron an internal di Pem prov DKI an tara Dishub dan PT Tran s por tasi Jakarta. “Ki ta minta ini di perbaiki. Mo hon maaf atas ke terlam - bat an dan kita akan per cepat,” kata Sandi.

bima setiyadi