Edisi 11-07-2018
Saham BBTN Jadi Skala Prioritas Investor


JAKARTA - Pengamat pasar mo dal Haryajid Ramelan menilai secara fundamental kinerja saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) tidak perlu diragukan.

Saham yang tahun lalu sempat mengalami kenaikan lebih dari 100% ini termasuk saham yang masih mejadi skala prioritas pegangan investor institusi, seperti dana pensiun dan manajer investasi (fundmanager). “Menyikapi bisnis perbankan harusnya. Masih sangat menarik, termasuk tentunya kinerja fundamental dari BBTN,“ ujar Har yajid ketika dihubungi kemarin.

Menurut Haryajid, kondisi BTN saat ini sangat diuntungkan dengan relaksasi aturan loan to value (LTV) yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) ditambah adanya skema baru dari fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) atau KPR bersubsidi. Skema barunya, yak ni KPR FLPP dananya 75% da ri pemerintah dan 25% dari PT Sarana Multi Financial (SMF).

“Ini tentu meng untung kan BTN dari sisi bisnis sehingga penyaluran KPR akan meningkat,” tambahnya. Upaya perseroan lainnya, lanjut Haryajid, yakni dengan meng genjot dana murah sehing ga cost of fund jadi murah dan bisa membuat bunga kredit BTN tidak naik. Dengan stra tegi yang dilakukan manajemen tersebut, seharusnya saham BBTN bisa kembali menguat ke level wajarnya.

“Dengan penurunan saham BTN karena faktor global seharusnya menjadi peluang bagi investor kembali mengoleksi untuk investasi jangka panjang. Saham merupakan instru menjangka panjang dan ini sudah terbukti bahwa saham perbankan telah banyak memberikan kontribusi keuntungan bagi investor yang mengoleksi jangka pan jang,” kata Haryajid.

Sementara itu, Direktur Keuangan & Treasury BTN Iman Nugroho Soeko mengungkapkan, kenaikan harga saham perseroan pada perdagangan saham Senin (9/7) merupakan ben tuk kepercayaan investor terhadap kinerja perusahaan. “Kami akan berusaha keras agar ki nerja keuangan hingga akhir tahun ini mencapai target.

Kami optimistis pertumbuhan bisnis bisa mencapai 20%,” ujar Iman. Menurut Iman, untuk mencapai target bisnis tersebut, BTN akan melakukan efisiensi pada biaya operasional, peningkatan dana pihak ketiga (DPK) berbiaya rendah sehingga NIM terjaga dan pencapaian target fee based income.

“Jadi, tidak perlu khawatir mengenai bis nis BTN yang kami bisa lakukan ada lah membukukan kinerja yang sesuai dengan target dan itu baru akan dilihat investor atau masyarakat setelah laporan keuangan Juni, September, dan Desember nanti keluar,” papar Iman.

rakhmat baihaqi