Edisi 11-07-2018
FIFA Undang Korban Gua ke Final Piala Dunia


SAINT PETERSBURG– Musibah yang menimpa anak-anak klub sepak bola Thailand mendapat perhatian internasional.

Militer Thailand, Angkatan Laut, sejumlah perusahaan ternama dunia, ilmuwan, serta penyelam internasional, militer, dan sukarelawan turut membantu mengeluarkan para bocah yang terjebak dalam gua di Chiang Rai, Thailand, selama dua pekan. Pesepak bola yang tengah berlaga di Piala Dunia pun tak luput mendoakan ke-12 anak dan seorang pelatih itu se lamat. Terakhir, Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) mengundang anak-anak tersebut ke final Piala Dunia 2018 di Moskow, 15 Juli mendatang.

Di sela-sela kesibukannya memantau Piala Dunia di Rusia, Presiden FIFA Gianni Infantino mengungkapkan bahwa pihaknya tetap mengikuti perkembangan penyelamat an anak-anak. Bahkan, dia telah mengirimkan surat kepada Asosiasi Sepak Bola Thailand untuk menyatakan rasa simpatinya atas insiden ini. “Kami berharap mereka segera berkumpul dengan keluarga dalam waktu secepatnya. Jika mereka sehat dan bisa bepergian, FIFA akan sangat senang untuk mengundang mereka ke final Piala Dunia di Moskow sebagai tamu kami,” tulis Infantino.

Selain itu, para pesepak bola juga menyatakan du ku ngan - nya. Jelang laga semi final kontra Kroasia, pung gawa Inggris John Stones berharap agar seluruh anak itu segera bisa diselamatkan dari gua, tanpa kekurangan apa pun. “Skuad tim nasional Inggris bersama kalian, kami selalu memikirkan kalian dan keluarga,” ujar Stones, yang juga terharu lantaran salah satu anak tersebut mengena - kan jerseyThe Three Lions— julukan timnas Inggris. Sebastian Larsson juga menyuarakan dukungannya. Gelandang timnas Swedia ini menyatakan tidak pernah luput mendoakan anak-anak itu.

“Pada saat seperti ini tak ada yang lebih kuat daripada doa,” ujar Larsson, yang negaranya terdepak dari Rusia setelah ditumbangkan Inggris 0-2 pada perempat final. Kemarin, ke-12 anak sudah berhasil diselamatkan lewat operasi yang amat rumit dan menantang. Anak-anak tersebut lalu dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pe - rawat an di ruang isolasi. Operasi penyelamatan anak-anak ini berlangsung dramatis karena kedalaman gua yang terendam banjir mencapai sekitar 6 kilometer.

Awalnya, 12 anak anggota tim sepak bola itu berwisata ke dalam Gua Tham Luang Nang Non pada 23 Juni. Namun, tiba-tiba gua itu dilanda banjir besar dan mereka terjebak di dalam. Selama lebih dari dua pekan ke-12 orang tersebut bertahan hidup dengan sisa-sisa makanan yang ada. Mereka bertahan di gundukan tanah yang permukaannya lebih tinggi dari air.

Hanna farhana