Edisi 11-07-2018
Please Tell, We Don’t Eat Babies


SAINT PETERSBURG – Saint Petersburg memang istimewa. Tak heran bila kota yang berada di jantung Sungai Neva ini menahbiskan diri sebagai yang tercantik di Eropa.

Selain arsitekturnya yang spektakuler, pemandangan yang memanjakan mata, udara yang sejuk di musim panas, serta penduduknya yang ramah membuat betah. Dibandingkan dengan di Moskow yang sangat mengandalkan kereta bawah tanah, saya lebih sering menggunakan jasa taksi di Saint Petersburg. Alasannya semata-mata karena tak ingin melewatkan pemandangan indah yang ditawarkan kota terpenting kedua penyelenggara Piala Dunia 2018 itu. Dibandingkan kota lain, entah hanya kebetulan, tapi di Saint Petersburg, sopir taksi lebih komunikatif dan mampu berbicara dalam ba - hasa Inggris.

Tidak harus buka aplikasi Google Translate setiap mau ngomong sesuatu. Dari para sopir taksi ini juga banyak cerita menarik tentang kota istimewa tersebut. Selepas menyaksikan latihan Inggris di dekat basecamp mereka di Repino, pinggiran Saint Petersburg, saya mendapatkan sopir yang mempunyai segudang informasi menyenang kan. “Ah, kamu dari Indonesia ya, saya pernah ke sana. Saya cinta negara kamu,” ujarnya. Tak butuh waktu lama, me luncur beragam cerita lucu dari mulutnya tentang peng - alamannya di Indonesia. “Saya ke Indonesia pertengahan 1980-an. Saya bekerja di kapal ikan Rusia. Saya banyak mengunjungi pelabuhan di Indonesia, salah satunya di Jakarta,” kata Vlad, nama sang pengemudi.

Dia kembali ke Indonesia pada 1998. “Saat itu terjadi revolusi besar-besaran. Kami tidak boleh meninggalkan kapal. Semua keperluan kami diantarkan ke kapal. Tapi, anak buah saya nakal. Dia tetap keluar untuk membeli beberapa hal, termasuk minuman beralkohol. Susah saat itu mendapatkannya karena tidak dijual bebas, sekarang apakah masih dilarang?” ujarnya, bertanya. Setelah pensiun bekerja di kapal, Vlad kembali ke Saint Petersburg. Dia pun mengemudi taksi. Kemampuan berbahasa Inggris dan juga bercerita hal-hal menarik dengan lucu membuatnya banyak kawan.

“Setiap saya berpisah dengan penumpang, saya selalu bilang, katakan kepada semua teman dan keluarga bahwa Rusia itu bagus dan orang-orangnya ramah. Dan, please tell, we don’t eat babies,” ungkapnya, sembari tertawa.

Hanna farhana