Edisi 11-07-2018
Dicurigai Doping


MOSKOW- Tim nasional Rusia memang sudah tersingkir dari ajang Piala Dunia 2018. Namun, performa impresif Igor Akinfeev dkk hingga menembus perempat final, sebelum dihentikan Kroasia, tetap menarik perhatian.

Dugaan penggunaan doping pun mencuat ke permukaan. Masalah penggunaan doping di kalangan atlet Rusia memang tengah menjadi sorotan. Sebanyak 28 atlet dari Negeri Beruang Merah terbukti menggunakan doping pada Olimpiade Musim Dingin 2014. Kejadian ini kembali terulang pada ajang serupa di Korea Selatan tahun ini. Rupanya, hal ini berimbas terhadap tim nasional Rusia yang tampil di Piala Dunia. Performa impresif pasukan Stanislav Cherchesov menimbulkan kecurigaan jika mereka menggunakan zat terlarang untuk meningkatkan performa.

Keberhasilan menembus babak perempat final dengan mengalahkan Spanyol dinilai melampaui ekspektasi bahkan oleh suporter Rusia sendiri. Media Jerman Bild melaporkan, sebelum laga perempat final melawan Kroasia, pemain Rusia terlihat jelas menggosok hidung mereka dengan kapas yang diduga kuat mengandung amonia. Zat tersebut dapat menambah kandungan oksigen dalam darah dan merangsang paru-paru sehingga dapat meningkatkan performa atlet. Surat kabar Jerman lainnya, Sud deutsche Zeitung, menulis jika penggunaan amo nia di kalangan pemain Rusia hampir terjadi di setiap pertandingan, termasuk ketika menying kirkan Spanyol di babak 16 besar.

Pemain pen g ganti pada pertandingan yang berlanjut adu penalti tersebut dilaporkan mengendus kapas ketika akan memasuki lapangan. Meski tidak termasuk kategori doping, penggunaannya yang dilegalkan secara berkelanjutan oleh federasi sepak bola Rusia, sangat disesalkan. Apalagi, pemakaian amonia untuk meningkatkan kinerja pemain disa makan dengan penggunaan sampo. “Federasi Rusia bertindak seolah-olah itu adalah sesuatu yang biasa seperti menggunakan sampo di kamar mandi,” bunyi artikel Sud - deutsche Zeitung, seperti dilansir as .com. Tim medis timnas Rusia tidak menampik jika pemain yang tampil di Piala Dunia 2018 menggunakan amonia melalui perantara kapas. Amonia tersebut yang dihirup pemain saat akan bermain.

Meski demikian, mereka membantah keras pemakaian doping untuk meningkatkan performa Akinfeev dkk. Dokter timnas Rusia Eduard Bezuglov menjelaskan, benda mencurigakan yang dihirup pemain sebelum bermain hanyalah potongan kapas yang mengandung amonia. Menurutnya, hal tersebut juga dilakukan ribuan atlet dari berbagai negara untuk membangkitkan semangat bertanding. “Ini telah digunakan selama beberapa dekade, tidak hanya dalam olahraga, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Ketika seseorang kehilangan kesadaran atau merasa lemah, amonia bisa digunakan,” ujarnya, dilansir Marca .

Meski banyak pihak yang tidak setuju, Bezuglov membantah jika tindakan tersebut merupakan doping. Menurut dia, zat amonia dan kapas bisa dibeli bebas di semua apotek. Apalagi, zat tersebut tidak dilarang oleh induk FIFA sehingga tidak ada hubungannya dengan doping. “Itu hanya karena bau amonia sangat kuat. Tapi, Anda bisa mendapatkannya dengan bebas. Ini tidak ada hubungannya dengan doping,” tandasnya. Terlepas dari dugaan penggunaan doping, performa Rusia di Piala Dunia 2018 memang mengejutkan. Status tuan rumah membuat Akinfeev dkk pantang malu di depan publik sendiri. Pada penyisihan grup, Rusia menaklukkan Arab Saudi (5-0), Mesir (3-1), dan kalah 0-3 dari Uruguay.

Lolos sebagai runner-up Grup A, Rusia melanjutkan penampilan impresif dengan memulangkan tim juara Spanyol lewat adu penalti setelah bermain imbang di waktu normal dan perpanjangan waktu. Di babak perempat final, mereka akhirnya harus tersingkir setelah ditaklukkan Kroasia lewat adu tos-tosan.

Abriandi