Edisi 11-07-2018
Kucai Mini si Hijau nan Memikat


INGINrumput yang bisa hidup di tempat teduh? Pilih saja kucai mini, selain keren, tanaman ini juga mudah ditanam dan dirawat.

Jadi, halaman yang terlihat polos bisa disulap menjadi berwarna dengan tanaman ini. Rumput merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak digemari pencinta tanaman alami. Ham paran yang tertutup rumput akan terlihat se perti permadani. Namun, di balik kesejukan yang dihasilkan, tanam an penutup tanah ini memiliki keterbatasan. “Rumput jika ditanam di bawah pohon bertajuk lebar yang sulit dijangkau sinar matahari, akan sulit tumbuh dan perlahanlahan akan mati. Akibatnya, permukaan tanah akan menjadi botak,” kata arsitek lanskap Herlin Wibowo. Hal ini disebabkan semua jenis rumput memang me - nyukai sinar matahari.

Sebut misalnya rumput gajah biasa (pennisetum purpureum ), gajah mini (pennisetum purpureum schamach ), ubi hias batatas (ipomea batatas marguerite ), dan kacang hias (arachis pintol ). Nah, jika Anda mengingin - kan taman yang hijau segar, so lusinya adalah mengganti rum put dengan kucai mini. Letakkan kucai mini khusus di area yang tidak terkena cahaya matahari, seperti di bawah naungan dan pohon bertajuk lebar. “Mengganti rumput dengan kucai mini, tentu bukan tanpa alasan karena kucai mini termasuk tanaman yang tahan terhadap panas matahari. Namun, jika ingin ditaruh di tempat yang teduh pun tidak masalah karena tanaman ini pun bisa tumbuh dengan baik,” kata Herlin.

Tanaman ini memiliki ke - lebihan, yaitu tahan terhadap perubahan cuaca yang sering kali tidak menentu. Masih satu keluarga dengan rumput, kucai memiliki ciri visual ber ukuran mini. Daunnya kurus, me run - cing, dan berwarna hijau tua. Bentuknya mirip dengan kucai jepang. Hanya saja kucai mini pertumbuhannya tidak bisa tinggi. Kucai mini tidak bisa tumbuh lebih dari 10 cm. Seperti halnya rumput, kucai mini juga berkembang biak dengan cara tunas se - hingga dapat tumbuh me nye - bar. Dengan demikian, Anda bisa menanam kucai mini dengan jarak tanam yang longgar. Tak usah khawatir, permukaan tanah yang tadi - nya “botak” akan segera ter - tutup oleh anakan kucai mini seiring bertambahnya waktu.

“Tidak hanya pertum buh - annya yang bandel, ke le bih an lain dari kucai mini adalah mena nam nya juga cukup mu - dah, kita pun bisa melaku kan - nya sendiri tanpa meng gu nakan tu kang kebun. Yang harus diingat hanyalah ke dalam tanah yang kurang lebih 5 cm untuk mendapatkan per tum - buhan kucai mini yang baik,” saran Herlin. Akan tetapi, jika Anda menginginkan “permadani” hijau kucai mini di halaman rumah bisa langsung ter wu - jud, Anda bisa menanamnya dengan jarak rapat, yaitu menanam dalam jumlah sekaligus banyak.

aprilia s andyna