Edisi 11-07-2018
Pengembang Berlomba Tawarkan Kemudahan


PELONGGARAN loan to value ratio (LTV) yang dilakukan Bank Indonesia (BI) dengan menggandeng sejumlah perbankan direspons positif pengem bang.

Beberapa pengem bang akan menerapkannya di proyek terbaru yang diluncurkan. Pengembang menawarkan kemudahan pembayaran uang muka atau down payment (DP) maupun cicilan. Salah satunya pengembang Damai Putra Group. “BI sudah merelaksasi. Relaksasi ini bisa untuk membantu target market milenial dengan kemudahan pembayaran juga diberikan,” kata Presiden Direktur Damai Putra Group Johanes Mardjuki. Perusahaan, lanjut Johanes, juga telah melakukan survei bahwa pasar di wilayah ini banyak peminat dari kalangan end user. “Rumah di atas Rp2 miliar pun tetap ada pangsa pasar. Di dalam kawasan terpadu, harus ada segala pasar. Sangat variasi kebutuhan apa pun ada,” imbuhnya.

Johannes mengatakan, produk yang dibutuhkan pasar, saat ini untuk kalangan generasi milenial. Pengembang membuat kemudahan dan tawaran cicilan 48 kali tanpa bunga untuk tunai bertahap serta DP 5% untuk pembeli yang memanfaatkan fasilitas KPR/KPA. PT Damai Putra Group kini tengah memasarkan Sayana Apartemen, hunian vertikal yang berlokasi persis di depan Universitas Esa Unggul, Kota Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat. Dia menilai, Sayana Apartement sangat cocok sebagai hunian bagi mahasiswa sekaligus sebagai sarana untuk penanaman investasi.

“Ini memang sengaja di depan untuk anak muda, lokasinya tepat di depan Esa Unggul, jadi untuk pelajar ataupun pekerja di sini lebih praktis, mudah, dan cepat diakses,” kata Johanes. Mayoritas unit di Sayana Apartment berukuran studio, namun ada pula one bedroom, serta two bedroom. Selain itu perusahaan telah memasarkan Ruko Galea. Maraknya end user membidik ruko karena Kota Harapan Indah akan menjadi kota satelit kawasan timur. Selain itu, dia menilai saat ini para investor masih wait and see dengan tahun politik sehingga para pembeli umumnya adalah pemakai ruko.

Damai Putra Group memang masih berfokus mengembangkan Kota Harapan Indah seluas 2.200 hektare dan belum memiliki rencana ekspansi di wilayah baru. Direktur Strategic Damai Putra Group Edward Gunawan mengatakan, pengembangan Kota Harapan Indah baru dilakukan seluas 700 hektare lahan dan menyisakan 1.500 hektare lahan yang belum dikembangkan. Menurut dia, perusahaan harus fokus untuk mengembangkan proyek yang berkualitas lebih dulu sebelum melakukan ekspansi lebih jauh.

“Karena kami menekankan kualitas kepada konsumen, ada beberapa rencana ke depan di Harapan Indah dengan penyelesaian kantor BCA, rumah sakit, hotel, mal, residential. Semuanya akan terjadi beberapa bulan ke depan dan kami belum membidik geografis baru,” kata Edward. Damai Putra Group juga telah mengem - bang kan Casa Grande dan Green Hills Yogyakarta serta Deltasari Sidoarjo, Jawa Timur. Ke depannya meski masih tersisa lahan pengembangan di wilayah ini, belum ada rencana baru. Terlebih didukung de - ngan rencana infrastruktur baru yang me - lintasi kawasan Kota Harapan Indah yakni tol Sunter-Pulogebang akan rampung pada 2019 yang diperkirakan menambah nilai kawasan dan mempermudah penjualan kepada konsumen.

Sementara perusahaan properti berpusat di Sidoarjo, yaitu PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk atau dikenal dengan Tanrise Property, kan menambah bank tanah di sejumlah wilayah, yaitu Medan, Bandung, Malang, dan Surabaya. Perusahaan, menurut dia, akan mendiferensiasi produk yang bisa diserap pasar. “Rencana ke depan, kami akan berekspansi lebih berbeda dengan kondisi saat ini 25 lahan di 12 kota dengan luas lebih dari 200 hektare,” kata Direktur Utama PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk Belinda Natalia . Perusahaan yang lebih dulu dikenal dengan perusahaan air minum Cleo, ataupun cat bangunan Avian, dan Depo Bangunan ini, sudah memiliki beberapa lini bisnis di sektor properti.

Perusahaan mengawali bisnisnya pada 2003 melalui kawasan industrial mixed-use Tritan Point Warehouse yang terdiri dari pergudangan dan ruko di kota-kota besar di Indonesia seperti Surabaya, Sidoarjo, Medan, dan Bandung. Hermanto Tanoko, Komisaris Utama Tanrise Property, mengemukakan, selain proyek-proyek berbasis industrial (ruko dan pergudangan), perusahaan juga mulai berekspansi ke sektor residen t ial bangunan jangkung dan rumah tapak.

Rendra hanggara