Edisi 12-07-2018
Perhutani Sukses Dukung Jambore Daerah SD/MI se-Jateng


PURBALINGGA– Kabupaten Purbalingga sukses menjadi tuan rumah kegiatan Jambore Daerah (Jamda) SD/MI ke-4 Jawa Tengah (Jateng) 2018.

Kegiatan yang diselenggarakan Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Jateng ini digelar di Bumi Perkemahan Munjulluhur, Desa Karangbanjar, Kecamatan Bojongsari pada 1–6 Juli lalu.

Kepala Departemen Pengelolaan dan Perlindungan SDH Perhutani Jateng yang juga Ketua Bidang Kegiatan Pimpinan Saka Wanabakti Jateng, Tri Setya Pratama, menjelaskan Jamda kali ini mengambil tema ”Penggalang Ramu yaitu Rajin, Mandiri, dan Unggul”.

Selain itu, Jamda juga menjadi ajang silaturahmi serta berbagi pengalaman antarpenggalang yang diikuti oleh kwartir cabang se-Jateng. ”Secara keseluruhan, ada 42 kontingen putra dan 42 kontingen putri berjumlah 1.680 penggalang, dengan 168 pembina pendamping dan 168 pembina pendukung sebagai peserta kegiatan,” kata Tri kemarin.

Dia menjelaskan, dalam rangka mendukung kegiatan Jamda Saka Wanabakti Jateng binaan Perum Perhutani Divre Jateng melalui bidang komunikasi perusahaan, telah dilaksanakan kegiatan keterampilan kepramukaan, camp craff di kawasan hutan RPH Serang, BKPH Gunung Slamet Timur, KPH Banyumas Timur, serta pemutaran film penyuluhan.

Pihaknya bersama para pimpinan dan instruktur Saka Wanabakti menghadiri kegiatan yang dibuka Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko. Dalam sambutan, Heru mengharapkan melalui kegiatan Jamda ini terbentuk sumber daya manusia yang hebat.

”Terlebih selain keterampilan kepramukaan, seperti camp craft, halang rintang, dan sebagainya, para peserta juga diajarkan tentang kearifan lokal seperti memanah atau jemparingan, memancing, permainan tradisional, pentas seni daerah, dan sebagainya,” terangnya.

Rangkaian kegiatan Jamda ditutup oleh Ketua Kwartir Daerah Jawa Tengah S Budi Prayitno, Jumat (6/7), yang ditandai dengan penyalaan api unggun dan kembang api. Kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan itu, Budi berharap agar mereka bisa menjadi fondasi di kemudian hari.

”Kesuksesan apa pun yang mereka raih, mereka tidak akan meninggalkan jiwa kesederhanaan; melalui Pramuka inilah sebagai proses menanam dan memupuk,” katanya. Michael, peserta dari Kwarcab Kota Semarang, mengaku senang dengan kegiatan ini karena kegiatan camp craft diisi dengan cara mendirikan tenda, cara memasak, ice breaking, yang tak kalah pentingnya ada kegiatan kerohanian yaitu salat berjamah, kultum, serta kegiatan doa pagi bagi yang nonmuslim.

Dia menuturkan, hawa dingin dan sejuk serta hamparan hutan dan lingkungan yang baik serta seluruh peserta diajak bermain dan berdiskusi menambah suasana jadi kompak riang dan gembira memupuk kebersamaan dengan jiwa karsa. ”Kami berterima kasih kepada panitia khususnya Saka Wana bakti dan kakak- kakak instruktur yang mengenalkan kegiatan di alam terbuka,” pungkasnya.

m yamin