Edisi 12-07-2018
Preman Kuasai Akses Wisata Ancol


JAKARTA - Aksi premanisme di akses masuk objek wisata Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, semakin berani. Mereka tidak segan-segan meminta sejumlah uang kepada wisatawan dan sopir taksi online .

Bermodal wajah seram dan tato di tubuh nya yang sengaja diperlihatkan. Para pemalak ini bergerombol meminta uang kepada se jum lah pengunjung Ancol yang meng gunakan taksi online . Bahkan beberapa pemalak nekat membuka pintu mobil secara paksa. Mereka meminta uang dengan kisaran Rp5.000- 20.000.

Bila tidak diberi, pelaku pemalakan mengancam akan melukai pengunjung dan merusak mobil milik pengemudi taksi online . Korban pemalakan, Adi,27, yang baru pulang kerja seusai menghadiri rapat di ka wasan Ancol itu mengaku terpaksa memberikan uangnya sebesar Rp20.000 kepada dua pe malak.

“Dari pada saya luka le bih baik saya kasih saja,” ucap Adi, kemarin. Ulah premanisme ini sangat disayangkan mengingat dalam perhelatan Asian Games 2018 pada Agustus mendatang, objek wisata Ancol ditetapkan sebagai venue untuk dua cabang olah raga, yakni jet ski dan perahu layar.

Kedua tempat itu berada dalam kawasan Pantai Ancol. Manager Corporate Commu nication PT Taman Impian Jaya Ancol, Rika Lestari, mengakui adanya aksi pemalakan itu. Na mun, karena lokasinya berada di luar Ancol, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. “Kami telah berkoordinasi dengan Pol sek Pademangan untuk me la kukan penertiban,” ucap Rika yang mengaku akan meng in tensifkan peng awasan.

Sebelumnya Kapolri Jen - deral Tito Karnavian me ne gas - kan, Jakarta dan Palembang harus bebas dari aksi pre ma nis - me termasuk pemalakan saat pelaksanaan Asian Games 2018 men datang. Bahkan, Tito me - ne gaskan, tidak akan segan mencopot kapolres maupun kapolsek yang tidak mampu mengatasi premanisme.

Sementara itu, Kapolsek Pa demangan Kompol Su har - tatik mengakui lemahnya peng awasan terhadap kasus ter se but. Padahal kasus itu telah di tangani sebelum video kasus pemalakan viral di me - dia sosial. “Kita sedikit agak ken dur terhadap kasus itu,” katanya. Suhartatik enggan memas - ti kan kapan pelaku pemalakan dalam video yang sudah ber - edar tersebut ditangkap.

Namun, kegiatan patroli tetap dilaku kan sesuai dengan pro - sedur tetap (protap). “Kalau kita pre diksi berapa lama pelaku di tang kap, kita nggak bisa me ngatakan berapa lama ya. Po kok nya, setiap ada gelagat se perti itu kita langsung tindak lan juti dan amankan pelaku,” ucapnya.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Reza Arief De wanto mengaku akan me - ningkatkan patroli di kawasan pintu masuk Ancol Barat yang kerap menjadi aksi pemalakan. “Kita akan intensifkan patroli di area tersebut. Di situ ada Pos Lantas, dari pos itulah akan kita gerakan untuk patroli, juga memonitori wilayah tersebut,” ucap Reza.

Dia menyebut, polisi sudah mengamankan tiga preman yang mengaku memalak di kawasan Ancol. Reza mengakui, kawasan Ancol memang rawan karena lokasinya yang ber dekatan dengan Jalan RE Martadinata. Guna mencegah maraknya aksi premanisme, Reza mengaku akan memperketat ka wasan itu.

Kriminolog Universitas In - do nesia (UI) Achmad Hisyam me nyebut polisi tidak peka terhadap aksi pemalakan yang terjadi di Ancol. “Apalagi Ancol itu kan jadi venue Asian Games. Seharusnya mereka paham tanpa harus viral terlebih da - hulu. Mereka harus hadir mem - berantas,” ucap Hisyam.

Selain mempertanyakan ke tegasan polisi, Hisyam me - nyin dir soal kehadiran polisi yang dinilainya telat. Dia kemudian meminta agar penindakan te rus dilakukan tanpa menunggu agenda Asian Games.“Jadi, ja ngan cuma insi - den tal saja.

Tapi harus di lakukan terus-me nerus,” ucap Hisyam yang meng ingatkan tentang Tribarata Polri, salah satunya melindungi dan mengayomi masyarakat. Tak hanya itu, Hisyam juga menyindir tentang pola kerja polisi yang habis menangkap kemudian melepaskan kem - bali.

Baginya, hal itu tidak memberikan efek jera. Sebab pola semacam itu akan membuat hukum menjadi lemah dan para pelaku kejahatan kembali beraksi. Demi meningkatkan keamanan, Hisyam meminta agar penindakan digencarkan. Pe - ma lak yang diamankan harus segera dikenakan pasal dan ditahan.

yan yusuf