Edisi 12-07-2018
Prioritas Rekrutmen Guru untuk Daerah


TANGERANG - Pemerintah akan memberikan formasi khusus bagi guru untuk bisa mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun ini.

Rencananya akan diberikan kuota 100.000 bagi tenaga pendidik. Tenaga pendidik seperti guru memang menjadi salah satu formasi yang diprioritaskan oleh pemerintah. Selain guru, tenaga kesehatan juga menjadi prioritas formasi lainnya. “Kemarin saya sudah lapor ke Pak Wapres, kemungkinan akan dibuka kurang lebih 100.000-an. Hanya untuk guru.

Kesehatan belum ada jumlahnya,” ungkap Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur sesuai Rapat Koordinasi Kepegawaian di ICE BSD, Tangerang, Banten, kemarin. Asman mengatakan, jumlah yang dibuka tersebut sebenarnya masih jauh dari yang di usul - kan Kementerian Pendidikan dan Pendidikan (Kemendikbud).

Berdasarkan data Ke men - dik bud, saat ini Indonesia ma - sih kekurangan 700.000 guru. “Jadi, kita cicil kekurangan itu dengan formasi ini,” ujarnya. Asman menegaskan bahwa kuota yang diberikan bersifat khu sus, di mana jumlah 100.000 tersebut di luar dari for masi umum yang akan di bu - ka pemerintah.

Seperti dike ta - hui, pemerintah juga akan mem bu ka lowongan CPNS di ba wah angka pensiun, yakni 220.000. “Kita kan meng gu na - kan sistem minus growthm ma - ka yang kita terima kurang dari itu (angka pensiun). Akan ada pe nam bah an khusus untuk guru dan te naga kesehatan. Itu di luar dari for masi umum atau for masi yang di bawah 220.000.

Itu for masi ter sen - diri,” pa par nya. Menurut dia, 100.000 lo - wong an itu akan dialokasikan un tuk seluruh daerah di Indo - nesia, baik untuk 34 provinsi ataupun 514 kabupaten/kota. “Provinsi juga dapat karena urus SMA sekarang,” ung kap nya. Untuk formasi tenaga ke se - hatan, Asman mengatakan ma - sih melakukan kajian kebu tuh - an.

Pihaknya masih menunggu data dari Kementerian Kese - hat an terkait jumlah yang dibu - tuh kan. “Kita juga menunggu usulan data dari pemerintah daerah. Kan ada rumah sakit baru ataupun puskesmas baru,” katanya. Politikus PAN tersebut me - ngatakan baik formasi khu sus dan umum akan diseleksi secara bersamaan.

Formasi akan di - umum kan sesegera mungkin, yakni akhir Juli ini. “Akhir Juli rencananya peng umuman for - masi. Ini fleksibel. Tapi tahun ini selesai selek si nya,” ujarnya. Ditanyakan waktu peng - umum an yang sering mundur, Asman mengklaim tidak ada ken dala yang dihadapi.

Menurut dia, menghitung kebutuhan for masi masing-masing ins tan - si atau pun pemerintah daerah ti daklah mudah. “Apalagi, saya me ne rap kan formasi berbasis po tensi dae rah. Jangan daerah po tensi pa ri wisata, tapi dibe ri - kan pegawai administrasi,“ ujar Asman.

Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Bima Harya Wibisana mengatakan, untuk ta - hun ini formasi yang dibuka se - bagian besar untuk pe me rintah daerah. Hal ini meng ingat pada tahun lalu kemen te ri an/lem ba - ga telah diberikan formasi. “Ke - men te rian/lem ba ga tetap ada tapi dapat sedikit,” kata Bima.

BKN pun saat ini tengah mem persiapkan segala sarana dan prasarana untuk seleksi CPNS, berkaca pada seleksi ta - hun lalu yang hanya mem buka ku rang lebih 37.000 dengan jum lah pendaftar mencapai dua juta. “Jadi, kita ada antisipasi untuk 10 juta pendaftar. Ini su - paya kita tidak keteteran.

Misalnya kita siapkan 5 juta, yang daftar 10 juta, kan susah,” ung - kapnya. Bima mengatakan dalam rakor kepegawaian tersebut juga akan disosialisasikan ter - kait seleksi CPNS tahun ini. De - ngan begitu, daerah saat seleksi nanti sudah siap.

Dia pun me - nga takan setidaknya ada 90 lokasi yang disiapkan untuk tes se leksi nanti. “Supaya tidak ter - buru-buru kita siapkan sekarang. Lokasi di mana, berapa jumlah komputernya. Tidak bisa serta-merta. Dan ini pekerjaan besar,” ujarnya.

dita angga