Edisi 12-07-2018
RI Perlu Perkuat Diplomasi Pertahanan


JAKARTA - Pemerintah Indonesia harus memperkuat diplomasi pertahanan dalam meng hadapi kompleksitas ancaman dan ketidakpastian lingkungan global.

Hal itu penting untuk menciptakan stabilitas keamanan dan mewujudkan perdamaian dunia. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keaman an (Menko Polhukam) Wiranto saat membuka seminar Indonesia International Defense Science Seminar (IIDSS) 2018 yang diselenggarakan Universitas Pertahanan (Unhan) di Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat, kemarin.

“Diplomasi pertahanan adalah bentuk diplomasi yang me man faatkan sumber daya per ta hanan de - ngan cara dan me tode diplo ma - tik untuk ke pen tingan per da - maian,” kata Wiranto. Menurut Wiranto, per da - mai an dunia adalah sesuatu yang harus diperjuangkan. Un - tuk mewujudkannya dibu tuh - kan komitmen dan semangat tinggi, resourches atau sumber daya yang banyak, strategi, ser ta kerja keras berke lan jutan.

“Kita semua paham, tantangan bagi perwujudan perdamaian dunia masih tinggi. Ancaman ter ha - dap keamanan nasional dan in - ter nasional semakin kom pleks, sementara upaya dan kemam - pu an masih terba tas,” katanya. Jika melihat potret ling - kung an global saat ini, kata Wi - ranto, ada dua frase yang bisa diungkapkan, yakni keti dak - pas tian lingkungan strategis yang masih tinggi dan kom - plek sitas ancaman.

Wiranto me nyebut serangan teroris di Ja karta dan Surabaya bebera - pa waktu lalu mengingatkan bahwa Indonesia belum bisa lepas dari ancaman terorisme. Mantan Panglima ABRI ini me nambahkan, kompleksitas an caman itu bukan hanya ka - rena lingkungan yang trans na - sional, tapi juga karena adanya keterkaitan antara satu an cam - an dengan ancaman lain nya.

Wiranto mencontohkan, krisis Ro - hingya yang apabila tidak dise le - saikan dengan tun tas bisa me - mun culkan ma sa lah lain, se per ti penye lun dup an narkoba, per da - gangan ma nu sia, dan te ro ris me. Belum lagi ketegangan di Semenanjung Korea yang sampai kini belum jelas arah - nya.

“Diperlukan kehati-ha ti - an dalam menyikapi agar tidak berdampak buruk terhadap stabilitas kawasan kita. Dalam menghadapi ketidakpastian lingkungan strategis dan kom - pleksitas ancaman ini, ke ber - sa maan mencari solusi sangat pen ting,” ujarnya.

Bentuk nyata kebersamaan itu, kata Wiranto, bisa dila ku - kan dengan berbagi informasi, pengetahuan, teknologi, latih - an, sampai dengan operasi ber - sa ma dalam menangani ber ba - gai ancaman itu. Menteri Pertahanan (Men - han) Ryamizard Ryacudu me - nga takan, pentingnya pe nguat - an diplomasi per ta han an dalam menghadapi masalah global.

Menurut dia, Kemen te ri an Per - tahanan sudah meng imp le - men tasikan diplomasi per ta - hanan melalui pen de kat an per - sa habatan dengan empat ke - kuat an besar, yakni Ame rika Seri kat, Rusia, China, dan ASEAN. “Pendekatan ini ditu - jukan untuk mewujudkan sta bi - litas kawasan.

Dampak positif yang dirasakan, yakni kondisi Laut China Selatan (LCS) yang mereda dan tercip tanya kondisi kawasan yang stabil,” ucapnya. Pengamat militer dan inte li - jen, Susaningtyas Kertopati me - nilai, IIDSS 2018 yang dise leng - garakan Unhan adalah forum ilmiah yang diakui ma sya ra kat dunia.

“Diban ding kan pe nye - lenggaraan IIDSS ta hun lalu, para pembicara inter nasional dan peserta seminar ini lebih banyak serta lebih bera gam latar belakang ke pa karannya me - nun jukkan pe ning katan cukup signifikan,” ujarnya.

Perempuan yang akrab di - sa pa Nuning ini menye butkan, topik-topik seminar juga sa - ngat khas dari sudut pandang pertahanan negara dan ke - amanan nasional sebagai ca - kup an disiplin ilmu per ta han - an. Mantan anggota Komisi l DPR ini berharap aparat ke - aman an dan kalangan aka - demisi dapat berinteraksi se la - ma seminar tersebut ber lang - sung sebagai salah satu wujud persatuan dan kesatuan.

sucipto