Edisi 12-07-2018
Satu Keluarga di Sleman Diamankan


SLEMAN– Tim Densus 88 Mabes Polri mengamankan keluarga Saefullah, 45, di Bedingin Wetan, Sumberadi, Mlati, Sleman, kemarin.

Keluarga yang terdiri atas suamiistri dan dua anak tersebut diamankan karena diduga terlibat jaringan teroris. Petugas mengamankan buku, laptop, kertas foto kopian, flashdisk, pedang, pisau, busur, dan panah. Mobil kijang dan sepeda motor juga diangkut petugas.

Ketua RT 05/35 Bedingin Wetan, Sleman, Sumarjono mengaku menyaksikan penangkapan satu keluarga tersebut. Na mun sebelum melakukan penggeledahan rumah yang ditempati Saefullah, ada dua pria datang ke rumahnya dan meminta izin akan melakukan penggeledahan.

”Mereka hanya membisikkan Densus 88 mau periksa rumah itu dan meminta saya untuk menyaksikan. Saya pun bilang monggo silakan,” kata Sumarjono. Dia mengaku kaget saat diminta petugas untuk menyaksikan penggeledahan rumah. Pasalnya dia tidak diberi tahu penggeledahan yang dilakukan ini berkaitan dengan kasus apa.

”Hanya saya yang diperbolehkan masuk rumah menyaksikan. Dari yang saya lihat, yang dibawa itu ada kardus berisi buku dan kertas fotokopi. Terus ada laptop, satu ponsel kecil, pedang, pisau sangkur, dan busur serta anak panah. Pedang, pisau sama panah ditemukan di samping timur rumah,” sebutnya.

Sumarjono menjelaskan keluarga itu mengontrak di rumah milik warganya Pramono sejak Februari lalu. Mereka mengaku berasal dari Tegal. Saefullah dan istrinya keseharian berdagang bakso tusuk dan martabak di depan toko berjejaring yang tidak jauh dari rumahnya.

”Untuk kesehariannya ju ga biasa, bergaul, dan ikut kegiatan masyarakat serta salat di masjid,” papar pen siunan perwira polisi pertama (pama) di Polresta Yogyakarta itu. Menurut Sumarjono, sebenarnya warga sempat curiga terhadap keluarga tersebut. Selain penampilan, juga ada informasi bahwa Saefullah dalam pengawasan petugas.

Meski begitu karena saat datang memberikan identitas yang jelas serta bergaul seperti masyarakat umumnya, warga tetap dapat menerimanya. ”Jika tidak ada identitas yang jelas tidak saya terima,” ungkapnya.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) AKBP Yulianto mengaku belum mengetahui ihwal penangkapan keluarga tersebut. ”Saya belum tahu,” kata Yulianto singkat.

priyo setyawan