Edisi 12-07-2018
Sebanyak 4.143 SD Terapkan Pendidikan Karakter


JAKARTA - Sebanyak 4.143 sekolah dasar (SD) telah menerapkan pendidikan karakter. Pemerintah menilai jumlah ini masih sedikit sehingga harus terus diperluas lagi.

Saat ini sudah ada 1.084 sekolah pelaksana Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di bawah pembinaan direktorat SD. Selanjutnya, ada 3.059 sekolah model yang dikem ban - gkan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP).

Diretur Pembinaan SD Kementerian Pendidikan dan Ke-budayaan (Kemendikbud) Khamim menjelaskan bahwa jika dibandingkan dengan jumlah SD di Indonesia yang mencapai 148.244 unit, jumlah pelak sa - na PPK di SD memang masih terbilang kecil.

Ke depan, pemerintah pu - sat akan memberikan kewe - nang an seluas-luasnya kepada pemerintah daerah untuk men diseminasikan atau me - nye barkan materi PPK yang su - dah diajarkan di sekolah pe lak - sana ke sekolah lain yang be - lum menerapkan PPK.

“Ha rap - an kami melalui APBD dinas pendidikan kabupaten kota bisa mendiseminasikan con - toh-contoh baik ke sekolah lain. Kita terus mendorong pemda juga terus menginisiasi PPK,” katanya saat Diskusi Si - nergi Tripusat Pendidikan Mem perkuat Karakter Bangsa di era Revolusi Industri 4.0 di kan tor Kemendikbud, Jakar - ta, kemarin.

Pemerintah juga akan me - nambah sekolah model atau sekolah rujukan di setiap ka - bupaten minimal satu unit. Penambahan sekolah rujukan ini akan dibangun di daerah terpencil. Diharapkan akan semakin bertambah sekolah rujukan yang membina antara empat hingga lima sekolah di sekitarnya.

Menurut Khamim, PPK ini penting sebab anak-anak kita tidak cukup dibekali dengan ke mampuan ilmu pengetahuan tanpa dibarengi dengan kekuatan spiritual dan karakter. Pendidikan karakter ter sebut akan menjadi bekal bagi anak di masa depan sehingga mampu meningkatkan daya saing bangsa.

“PPK menjadi bagian amanah yang harus dituntaskan sehingga kedepan anak Indonesia akan memiliki daya saing yang sejajar dengan bangsa lain,” katanya. Director & Chief Financial Officer Trakindo Setio A Dewo mengatakan, Revolusi Industri 4.0 merupakan sistem yang mengintegrasikan dunia daring dengan produksi industri, maupun bidang lainnya yang menggunakan teknologi digital dan otomatisasi.

Karena itu, perkembangan revolusi industri harus menjadi perhatian serius dari semua pihak, terutama untuk pengembangan karakter anak sebagai generasi penerus bangsa. Menurut dia, kita harus memanfaatkan kesempatan ini untuk mengajar anak berpikir positif, menyaring informasi yang baik, dan melatih pola pikir anak.

Dewo menambahkan, pihak nya mendukung ter-wujudnya sinergi Tripusat Pen - didikan untuk memperkuat karakter bangsa dengan pro - gram pendidikan 4.0. Tra - kindo juga meluncurkan buku Ba ngun Karakter Bangsa un - tuk mem perkuat komit men da lam mendukung program pe merintah, yaitu gerakan peng uatan pendidikan ka - rakter.

Ketua Harian Komisi Nasional untuk UNESCO Arief Rachman menambahkan, pembentukan karakter merupakan proses yang ber lang - sung lama. Anak-anak harus mendapatkan pendidikan karakter sejak dini dengan di - dukung oleh lingkungan yang berkarakter.

“Perwujudan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat yang berjalan baik dapat menjadikan per - kem bangan karakter optimal bagi anak. Melalui sinergi ini diharapkan dapat menum - buh kan pemahaman bagi ilmu yang didapat di sekolah akan diaktualisasikan di masy ar a - kat,” katanya.

Dia menuturkan, tan tang - an pendidikan dalam pe ne rap - an pendidikan karakter ialah pendidikan lebih men g ung - gul kan otak dibandingkan wa - tak. Selain itu, ukuran sekolah unggulan ialah masih sekolah dengan nilai tertinggi atau peringkat. Selain itu, kejujuran juga belum berhasil menjadi faktor determinan dalam me - nentukan keberhasilan anak dalam belajar.

Arief juga menuturkan bahwa muatan kurikulum sa ngat komprehensif dan belum semua guru memiliki keterampilan memilih materi. Selain itu, juga motivasi pen didik masih sangat struktural esensial sehingga belum fung sional. “Dominasi sosial me dia dan gadget juga menjadi tantangan pendidikan, selain juga ada sumber berita atau konteks yang tidak jelas sehingga menimbulkanhoax,” jelasnya.

neneng zubaidah