Edisi 12-07-2018
Agustus, Ahok Bisa Bebas Bersyarat


JAKARTA –Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang saat ini mendekam di Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok sebenarnya bisa bebas bersyarat pada Agustus 2018.

Namun, usulan pembebasan bersyarat yang diajukan Lembaga Pemasyarakatan Cipinang belum diterima Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dit-jenpas) Kementerian Hukum dan HAM. Ahok yang terjerat kasus penistaan agama divonis dua tahun penjara oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada 9 Mei 2017.

Mantan bupati Belitung Timur itu juga berupaya bebas dengan mengajukan peninjauan kembali, namun ditolak Mahkamah Agung. I Wayan Sidarta, pengacara Ahok, mengaku tidak heran jika kliennya dapat bebas karena setiap warga negara berhak mendapatkan hak-hak dasar seperti mendapatkan remisi dengan aturan yang sudah ditetapkan.

Adanya potongan masa tahanan tidak perlu ikut campur tim hukum. “Tidak perlu, misalnya, meragukan pelaksanaan praktik remisi yang diberikan Ahok, karena Ahok berhak mendapatkan keadilan sesuai aturan yang ada,” ujar Wayan kemarin.

Adik kandung sekaligus peng acara Ahok, Fifi Lety Indra, menegaskan bahwa Ahok menolak bebas bersyarat dan memilih bebas murni. Untuk waktu pembebasan murni bisa dihitung setelah Ahok menerima remisi HUT Kemer dekaan RI. “Awal Agustus sudah dapat kepastian hitungannya karena tergantung dapat remisi berapa bulan,” ucapnya.

Kepala Bagian Humas Dit-jenpas Kementerian Hukum dan HAM Ade Kusmanto belum dapat memastikan Ahok akan bebas bersyarat pada Agustus. Untuk mendapatkan pembebasan bersyarat, terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi terpidana. Beberapa di antaranya berkelakuan baik dan telah menjalani 2/3 masa hukuman.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana (Lulung) memiliki perhitungan sendiri terkait bebasnya Ahok. Seharusnya Ahok keluar dari penjara antara November atau Desember 2018. Bila alasannya karena mendapat remisi Natal dan 17 Agustus, Ahok hanya mendapatkan pengurangan masa hukuman lima bulan.

Menjelang pembebasan bersyarat Ahok, Lulung lebih memilih mendoakan Ahok dari pada menjenguk ke penjara. Dia berharap Ahok selalu diberikan kesehatan dan ketabahan da lam menghadapi musibah yang menimpanya.

Dia juga berharap bila Ahok benar-benar bebas dapat mengubah sikapnya sehingga tidak ter jeblos ke lubang yang sama untuk kedua kali nya. “Supaya bisa meng ubah gaya bicaranya. Persoalan itu dari sikap dan perilaku bicara dia,” kata Lulung.

okezone