Edisi 12-07-2018
Joko Kerucutkan 5 Nama Cawapres


JAKARTA - Nama-nama pendamping Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon wakil presiden (cawapres) dalam Pemilihan Presiden 2019 kian mengerucut.

Jika sebelumnya beredar 10 nama yang disebut berpotensi mendampingi Jokowi, kini telah menciut menjadi lima nama. Hal itu disampaikan secara langsung oleh Jokowi di Istana Negara, Jakarta, kemarin. Man tan Gubernur DKI Jakarta tersebut menjelaskan, setelah melalui proses penggodokan, termasuk komunikasi dengan sejumlah ketua umum partai politik (Parpol) pendukung, 10 nama itu kini telah menjadi lima nama.

“ Namanya digodok, ya sudah mengerucut. Sepuluh me ngerucut ke lima,”katanya di Istana Negara, kemarin. Akan tetapi, mantan wali kota Surakarta itu masih belum juga memberikan kejelasan dari kalangan mana saja kelima nama itu. Semua kalangan bisa masuk menjadi cawapresnya.

“Bisa partai, bisa nonpartai, bisa profesional, bisa sipil, bisa TNI/ - Polri. Semuanya bisa,” kilah nya. Terkait dengan waktu pengumuman cawapres, lagi-lagi Jokowi masih enggan menjawab. Dia berkelit dengan menyatakan masih melakukan penggodokan sampai matang dan akan disampaikan pada waktu yang tepat.

“Dalam penggodokan itu pun kami harus berbicara dengan banyak partai yang telah memberikan dukungan pada kami,” tuturnya. Adapun 10 nama kandidat cawapres Jokowi yang beredar di media massa ialah Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kelautan dan Perikanan Sri Pudjiastuti, Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Per industrian Airlangga Hartarto, Ketua Umum PPP M Rommahurmuziy, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskan dar, Kepala Staf Kepresidenan sekaligus mantan Panglima TNI Moeldoko, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia sekaligus Rais Aam PBNU Ma’ruf Amin, mantan ketua umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, mantan ketua MK Mahfud MD, dan pengusaha sekaligus mantan menko perekonomian Chairul Tanjung.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP PPP Arsul Sani me nuturkan, pada Selasa (10/7) malam, Rommahur muziy (Romi) menemui Jokowi di Istana Bogor. Jokowi me minta pendapat dari Romi terkait reaksi publik terhadap namanama cawapres Jokowi yang beredar di media massa.

“Tetapi memang yang dibahas namanama yang tidak jauh, meskipun tentu tidak boleh menutup kemungkinan di luar 10 nama itu,” kata Arsul di Gedung DPR, Jakarta, kemarin. Terkait pengerucutan nama cawapres, Arsul membantah bahwa hal itu dibahas Jokowi bersama Romi.

Hanya, nama yang sudah mengerucut itu pastinya tidak akan keluar ter - lalu jauh dari 10 nama itu, meskipun dari proses pilpres penentuan cawapres diten tu - kan faktor-faktor eksternal di luar koalisi, juga tidak me nafi - kan nama selain yang ber jum - lah 10 tersebut. “Bahasannya menurut Mas Romi tidak jauh dari 10 nama itu,” imbuhnya.

Kemudian, lanjut Arsul, da - lam menentukan nama ca wa - presnya Jokowi juga meng hor - mati masukan-masukan dari ketua-ketua umum parpol. Ka - rena itu, sebelum menentukan pilihan Jokowi akan berdiskusi lebih dulu dengan ketua-ketua umum parpolmeskipun para ketua umum parpol itu sudah sepakat untuk menyerahkan keputusan kepada Jokowi.

Hal yang sudah jelas, latar belakang parpol dan nonparpol sama besar peluangnya. “Saya kira sama besarnya atau sama kecil - nya antara parpol dan non - parpol. Meskipun tentu ada pihak-pihak berkepentingan di luar sesuai dengan kepen - tingan nya, itu kan mengusung satu dua nama sebagai jagoan,” ujarnya.

Ketum DPP Partai Golkar Air langga Hartarto menegas - kan akan tetap berada di koalisi Jokowi meskipun dirinya tidak dipilih sebagai cawapres. Me - nurutnya dukungan Golkar ke - pada Jokowi sebagai calon pre - siden tanpa pamrih. Dia pun mem bantah jika Golkar mem - buat skenario pencapresan diri - nya jika tidak dijadikan ca wa - pres oleh Jokowi.

“Kan kita mekanisme ke pu - tusan ada. Kalau mekanisme ada jelas. Tapi tentu dan sikapsikapnya jelas mekanisme organisasi kan jelas dan tentu katakanlah pembicaraan-pem - bicaraan di warung bukan ba - gian dari keputusan,” kata Air - langga di Gedung DPR, Jakarta, kemarin malam.

Menurut Airlangga, pilihan cawapres sepenuhnya diserahkan kepada Jokowi sebagai mana kesepakatan parpol pen dukung untuk menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi.

Karena tentunya hal ini akan di komunikasikan kembali bersama parpol pendukung. Begitu juga dengan nama di luar parpol yang menjadi pertimbangan presiden. “Jadi kalau partai kan tidak mengajukan nama,” imbuh nya.

kiswondari