Edisi 12-07-2018
Bangga Mendapat Pengakuan di Kancah Asia


Merintis perusahaan financial technology (fintech) dan kini mengelola pinjaman modal usaha dengan nilai triliunan rupiah, siapa sangka jika sosok Cofounder & CEO Modalku Reynold Wijaya ternyata masih berusia dibawah 30 ta hun.

Bagi pria kelahiran Jakarta ini, mendirikan perusahaan star t up adalah ke bang gaan tersendiri. Hal lain yang juga membanggakan adalah masuknya nama Reynold dalam daftar 30 Under 30 Asia versi Forbes ber sama kawannya, Iwan Kurniawan, Co-founder Modal ku. Bagi Reynold, masuk dalam 30 Under 30 Asia merupakan suatu ke banggaan lantaran kerja kerasnya diakui di kancah Asia. “Saya bangga karena melakukan hal yang baik.

Ini merupakan bukti kita bisa mengudara,” tuturnya. Dia pun mengakui penghargaan yang diraih bukan karena usaha sendiri, me lainkan hasil kerja sama dengan para karyawannya. Reynold menyebut, kar ya wan adalah aset - nya yang sangat berharga. “Perusahaan itu asetnyakaryawan. Kalaukitapunyatimyang baik, kita bisa bangun semua ini bersamasama.

Startup itu kun cinya ada di karyawan, orang-orang terbaik yang ada di perusahaan itu akan bisa me me nangi persaingan,” jelas pria lulusan University of Michigan ini . Pada waktu luang, Reynold mengaku sering berpelesir bersama sang istri. Maklum saja, pasangan suami-istri ini sudah hampir setahun hidup berjauhan alias long distance relationship (LDR).

Pasalnya, wanita yang dinikahi pada 2017 lalu ter se but tinggal dan menetap di Australia. “Biasanya kalau waktu luang, saya berkunjung ke istri di Australia. Di sana saya dan istri selalu menghabiskan waktu untuk jalan-jalan bersama istri. Ya maklum, namanya juga berjauhan, jadi kapan lagi bisa punya waktu sama dia,” paparnya. Selain pelesir ke Australia, di lain waktu Reynold juga gemar bermain futsal ataupun nge-gym.

“Karena olahraga itu penting. Lari juga suka,” imbuh pria yang tak doyan keju tersebut. Lebih lanjut Reynold bercerita, di luar kesuksesannya menjadi CEO dan Co-founder Modalku, ada dukungan istri dan keluarga yang selalu memberinya kekuatan dan se ma ngat untuk meraih cita-citanya.

Me nu rut dia, tanpa dukungan dan cinta dari sang istri, dirinya akan sangat sulit menjadi suk ses seperti sekarang. Akan tetapi, kesuksesan saat ini bukanlah akhir tujuan, dia mengaku masih memiliki mimpi-mimpi yang belum terwujud salah satunya mempunyai bisnis besar yang sukses dan punya impact besar bagi banyak orang.

kunthi fahmar sandy