Edisi 12-07-2018
Les Bleus Tak Istimewa


SAINT PETERSBURG –Kapten Belgia Edin Hazard menegaskan Belgia tidak pantas kalah dari Prancis. Hazard menilai Les Bleus bukan tim yang istimewa.

Kekalahan Belgia 0-1 dari Prancis pada semifinal Piala Dunia 2018 di Saint-Petersburg Stadium, dini hari kemarin, menurut dia hanya karena lawan sedang beruntung. Penyerang sayap Chelsea itu mengecam Prancis yang menerapkan taktik negative football. Setelah Samuel Umtiti mencetak gol pada menit ke-50, Les Bleus bertahan total. Pelatih Prancis Didier Deschamps menginstruksikan seluruh anak buahnya untuk tidak keluar dari zona pertahanan. Prancis hanya mengandalkan kecepatan Kylian Mbappe untuk melakukan serangan balik.

“Saya lebih suka kami kalah daripada menang dengan cara seperti itu (bertahan total). Mereka (Prancis) bukan bermain bola, mereka hanya berkumpul bersama untuk ambisi sendiri,” ujar Hazard dengan nada meledek, dilansir Metro. Meskipun kalah, pemain berusia 27 tahun itu mengaku bangga dengan capaian negaranya pada Piala Dunia kali ini. Hazard menganggap Belgia telah menunjukkan kualitasnya sebagai tim yang apik. “Kami telah menunjukkan bahwa kami adalah tim yang bagus. Kami bisa bangga dengan apa yang telah diraih. Sebagai kapten, saya senang menjadi bagian dari tim ini,” tuturnya.

Belgia mengakhiri perjalanan mereka di Rusia dengan catatan 14 gol dalam enam pertandingan. Selain itu, gawang mereka juga hanya kebobolan sebanyak enam kali. Senada dengan Hazard, Kevin de Bruyne mengaku cukup kecewa dengan cara bermain Prancis. “Saya menghadapi tim yang bermain defensif 90% dari waktu normal. Apa yang mereka lakukan, mereka melakukannya dengan baik. Kedua tim memiliki peluang, tapi tujuan masing-masing tim yang membuat perbedaan,” tutur De Bruyne. Sebenarnya permainan Prancis dengan bertahan total tidak mengganggunya. Sebab, dalam sepak bola semua tim berhak menerapkan strategi apa pun. Namun, bertahan total juga menampilkan permainan yang tidak enak ditonton.

Sebelum Prancis bermain dengan cara bertahan total menghadapi Belgia, beberapa tim telah lebih dulu melakukan itu. Sebut saja Italia. Gli Azzurri justru terkenal dengan cara bermain bertahan. Selain Italia, Yunani pernah menerapkan sistem bertahan total saat menjuarai Piala Eropa 2004. Pada laga final melawan Portugal, Yunani menang 1-0 melalui gol tunggal Angelos Charisteas.

Sazili mustofa