Edisi 12-07-2018
Cara Prancis Memproduksi Pemain


SAINT-PETERSBURG–Para pemain keturunan Prancis telah mendominasi Piala Dunia 2018, mulai dari tim Eropa hingga Afrika.

Sebanyak 52 pemain yang tampil di turnamen terbesar sejagat raya itu diketahui terlahir atau besar di Kota Mode. Pemain keturunan Prancis dapat dilihat di daftar pemain tim nasional Maroko, Portugal, Senegal, hingga Tunisia. Hal ini tidak terlepas dari sejarah imigrasi pada abad ke-20 dan evolusi program olahraga Prancis, terutama sistem akademi sepak bola. Sejak berakhirnya Perang Dunia II, Prancis berjuang keras memulihkan infrastruktur, sosial, ekonomi, dan politik. Untuk menutupi kekurangan buruh, Prancis mulai memasukkan imigran dari negara Eropa dan mantan kolonial di Afrika Utara.

Seiring dengan meningkatnya arus imigrasi, Prancis juga mulai memba - ngun ulang sistem pengembangan olahraga menyusul lunturnya generasi emas pada 1960-an. Prancis menjadi salah satu negara Eropa pertama yang melakukan pengintaian, perekrutan, dan pelatihan. Anak para imigran yang masuk dan dilatih di aka de - mi Prancis menjadi bintang sepak bola di tingkat timnas. Daftar itu meliputi pe main legenda seperti Zine dine Zidane dan Patrick Vieira yang terlahir di Senegal, tapi pindah ke Prancis Utara saat masih anak-anak. Sekarang, warisan itu dilanjutkan pemain muda Prancis seperti Paul Pogba dan Kylian Mbappe.

Hasil dari sistem akademi itu juga mencetak pemain bintang lainnya di negara lain seperti mantan kapten Aljazair Ma - djid Bougherra dan pemain Gabon Pierre-Emerick Aubameyang. Seorang peneliti Darko Dukic mengatakan, Prancis telah menjadi pusat pemain berskala internasional. Tidak ada kota di dunia yang mampu memproduksi pemain bertalenta sebanyak di Paris. Sebanyak 60 pemain asal Paris telah bermain di Piala Dunia ter - hitung sejak 2002. “Kok bisa? Dengan 27 pemain, Sao Paulo bahkan tidak masuk daftar enam besar. Sementara Buenos Aires hanya diwakili 50 pemain,” tulis Dukic, di runrepeat. com.

Negara-negara lainnya seperti Spanyol, Jerman, dan Belanda juga tidak banyak mengambil pemain dari ibu kota. Total nilai pemain asal Paris di Piala Dunia 2018 mencapai 482,5 juta euro (Rp8,1 triliun). Bandingkan dengan Rio de Janeiro yang hanya 221 juta euro (Rp3,7 triliun). Prancis memiliki pemain mahal seperti Pogba dengan nilai transfer sebesar 110 euro dan Mbappe se - kitar 110 juta euro. Pogba, 25, dan Mbappe, 19, masih terbilang muda. Kemampuannya masih berpotensi meningkat di masa yang akan datang. Pemain mahal dari kota lainnya yang mendekati kedua pemain itu adalah Sergio Aguero (80 juta euro) dan Nicolas Otamendi (35 juta euro) dari Buenos Aires.

Dibandingkan Piala Dunia 2002, jumlah pemain asal Paris dari total 23 pemain utama telah meningkat sebesar 133% pada Piala Dunia 2018. Kota perwakilan terbanyak lainnya di Piala Dunia 2002- 2018 adalah Montevideo (49 pemain), Abidjan (43), Sydney (40), dan London (40). Sejak Piala Dunia 2002 di Jepang dan Korea Selatan, jumlah pemain keturunan Prancis ditaksir mencapai 216 orang. Angkanya naik sekitar 67,7% per tahun. Jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan Brasil yang hanya diwakili 68 pemain, meski Brasil dikenal sebagai negara pengekspor pemain.

Muh shamil