Edisi 12-07-2018
Ada Rusia pada Semifinal


SAINT PETERSBURG - Tim nasional Rusia memang sudah tersingkir dari pagelaran Piala Dunia 2018. Namun, pendukungnya masih saja membanjiri stadion saat laga semifinal Prancis versus Belgia digelar di Krestovsky Stadium, Saint Petersburg, dini hari kemarin.

Fans tersebut menandingi, atau bahkan mengalah kan nyanyian pendukung Pran cis atau The Red Devils, julukan Belgia. Mereka berte riak RUSIA! RUSIA! RUSIA! nyaris sepanjang pertandingan. Namun, mereka bukanlah pendukung sejati Tim Beru ang Merah, julukan Rusia. Suporter Brasil yang kadung membeli tiket lantaran optimistis Selecao, julukan Brasil, bakal melaju ke final Piala Du nia 2018. Brasil dising - kirkan Belgia di Kazan Are na, Kazan, 6 Juli lalu. Fans armada Tite itu pun setelah tim kesayangannya ditekuk Belgia tetap terbang ke Saint Petersburg, tempat laga 4 besar digelar.

“Tiket (pertandingan) sudah dibeli, tiket pesawat sudah ada. Ka mi tak mungkin tak hadir. Meski kecewa kami tetap da tang, ya untuk seru-seruan saja kami berteriak Rusia saat pertandingan tadi,” ujar Rafael, pendukung Brasil se telah Prancis menaklukkan Belgia 1-0 di Krestovsky Stadium, dini hari tadi. Mengapa Rusia? Kenapa tidak berteriak Selecao, atau mendukung salah satu tim yang berlaga pada semifinal saja? “Saya dan temanteman sangat terkesan dengan kompaknya masyarakat Rusia dalam menye mangati tim nasionalnya. Di mana pun kami selalu mendengar teriakan itu, juga kami terkesan bagaimana baik dan lancarnya Piala Dunia berlangsung,” ujarnya.

Selain Brasil, ada juga pendukung Argentina. Meski tak sebanyak fans Selecao, pemuja Lionel Messi dkk tetap setia mengenakan kostum Argen - tina. Sama seperti fans Brasil, mereka terlanjur mem beli ti - ket pertandingan hingga semi final. “Harapan kami, Argen tina akan bermain di sini (Kres tov - sky Stadium) melawan Brasil. Tapi itu tak terjadi dan kami harus bisa me nerima itu,” ungkap Diego, pendukung Argentina asal Rosario. Lalu kapan mereka akan pulang? Sebagian besar dari fans Brasil bahkan sudah mem punyai tiket final. Mere - ka awalnya sangat optimistis bisa merebut gelar Piala Du - nia keenam di Luzhniki Sta di - um, Moskow, Minggu (15/7).

“Kami sangat yakin. Tim Brasil bagus sekali. Tapi, apa yang terjadi? Kami kalah. Tak masuk akal. Kami akan segera ke Moskow untuk laga final. Di sana kami akan kembali menyerukan: Rusia!” kata Ricardo, rekan Rafael.

Hanna farhana