Edisi 12-07-2018
Belgia Keluhkan Gaya Prancis


SAINT PETERSBURG- Kiper Belgia Thibaut Courtois tampak kesal dan mengkritik taktik Prancis pada semifinal Piala Dunia 2018.

Penjaga gawang Chelsea itu menilai gaya permainan Les Bleus yang sepenuhnya defensif tidak enak ditonton. Di lapangan hijau, striker yang disiapkan Pelatih Didier Deschamps justru mundur untuk membendung serangan Setan Merah , julukan Belgia. Sistem permainan bertahan Itu yang dikritik sang kiper. Belgia yang gagal melaju ke babak final, setelah kalah 0-1 dari Prancis, sebetulnya menguasai bola sebesar 60% dengan akurasi sebanyak 90% dari 630 umpan. Bahkan, Eden Hazard dkk sempat mengurung Prancis hingga setengah lapang. Namun, kiper Prancis Hugo Lloris mampu membuat tiga penyelamatan dari sembilan tembakan yang mengarah ke gawangnya.

Alhasil, tidak ada satu pun upaya Setan Merah , baik dari sayap maupun tengah lapang an, yang berhasil mem buah kan gol. Sebaliknya, Prancis mela - lui serangan balik cepat yang meng andalkan kecer dikan Kylian Mbappe, Antoi ne Griez mann, Paul Pogba, dan striker Oliver Giroud sukses men cetak satu gol. Bek Samuel Umtiti men jadi penentu ke me nangan Prancis dalam per tandingan penuh gengsi itu. Belgia memang berjuang sangat keras untuk membalas ketertinggalan mereka sejak menit ke-60. Anak asuh Roberto Martinez tersebut menekan lini pertahanan dan tengah lawan hingga perlu dibantu striker tunggal. Na mun, Prancis yang meng gunakan formasi 4-2-3-1 tidak membiarkan Belgia mencetak gol.

Courtois yang kebobolan lewat sundulan Umtiti meluapkan kekesalannya kepada surat kabar Belgia Het Nieuwsblad . Dia menilai per - mainan Prancis yang berta - han secara penuh dan hanya mengandalkan se rangan balik sangat membosankan dan tidak enak ditonton. “Prancis menunjukkan permainan antisepak bola. Saya tidak pernah melihat seorang striker bermain begitu jauh dari gawang. Gaya permainan merupakan hak setiap tim, tapi taktik itu tidak enak dilihat. Wasit juga kurang bekerja dengan benar,” kata Courtois, dikutip thesun.co.uk . Dalam pertandingan tersebut Prancis mendapatkan 17 tendangan bebas, sedangkan Belgia tujuh. Serangan balik Les Bleus membuat Courtois sebagai salah satu kiper tersi - buk di lapangan pada Piala Dunia 2018.

Gawangnya ter - ancam sebanyak 19 kali, lima di antaranya mengenai target. Senada dengan Courtois, bek Jan Vertonghen juga mengungkapkan sentimen sama terhadap gaya per main - an Prancis. Pemain Tot ten - ham Hotspur itu mengaku frustrasi saat melihat seluruh pemain Prancis mundur mem bantu Lloris menjaga gawang. “Saya kecewa karena kami merasa sebagai tim terkuat di Piala Dunia 2018. Bermain melawan tim seperti Prancis membuat kami sangat frus - trasi. Prancis merupakan tim yang sangat berpengalaman sehingga kami harus men ce - tak gol pembuka,” kata Vertong hen. Berbeda dengan Courtois dan Vertonghen, gelandang Kevin de Bruyne mengaku tidak merasa jengkel dengan permainan Prancis.

Sebab, hal itu sudah biasa. Dia pernah menghadapi tim yang sepe nuhnya bertahan selama 90 menit saat membela Man - chester City. “Saya bermain di Manches ter City dan pernah meng hadapi tim yang hanya bertahan sepanjang laga. Itulah sepak bola. Apa yang dilakukan Prancis sudah baik. Kedua tim memiliki kesempatan untuk menang. Namun, gol tunggal itu membuat perbedaan,” tandas Bruyne.

Muh shamil