Edisi 12-07-2018
Belgia Sulit Dikenang


SAINTPETERSBURG – Memiliki skuad generasi emas bukan menjadi jaminan bagi Belgia merebut gelar Piala Dunia 2018. Terbukti, The Red Devils gagal melangkah ke final seusai kalah 0-1 dari Prancis di Krestovsky Stadium dini hari kemarin.

Dalam sejarah Piala Dunia, hanya ada delapan negara yang pernah menjadi juara. Belgia sebenarnya berkesempatan untuk mengikuti jejak dan menjadi negara kesembilan pengoleksi trofi. Namun, generasi emas yang mendapatkan pujian karena kekompakan dan kesombongannya itu justru tampil mengecewakan di hadapan Prancis. Mereka pun kembali menjadi pecundang seperti 187 negara lainnya. Tag generasi emas memang sangat lengket diemban Belgia. Tapi, kekalahannya di semifinal mungkin akan sulit diterima Belgia. Pasalnya, mereka kembali gagal memanfaatkan peluang untuk mengangkat gelar di turnamen besar. Kondisi ini yang membuat Belgia akan sulit dikenang oleh dunia.

Generasi emas Belgia ini hanya akan dikenang karena memiliki skuad yang hebat. The Red Devils dihuni pemain-pemain yang membela klub papan atas Eropa. Sepuluh pemain dalam starting XI diisi pemain-pemain Liga Primer. Cuma Axel Witsel yang tampil di liga lain dengan bergabung bersama Tianjin Quanjian. Namun, kondisi itu tak akan memberikan dampak besar untuk sepak bola di masa mendatang. Selain Belgia, Kamerun yang menjadi underdog di Piala Dunia 1990 sempat menjadi salah satu tim yang paling dicintai dalam sejarah setelah berhasil mencapai perempat final, seperti halnya Korea Selatan yang sukses menembus ke semifinal Piala Dunia 2002.

Namun, Belanda mungkin menjadi negara gagal yang paling istimewa hingga saat ini. Ketika takluk dari Jerman di Piala Dunia 1974, Clockwork Orange —julukan Belanda—tetap paling istimewa dalam sejarah Piala Dunia. Pasalnya, Belanda berhasil memperkenalkan dunia pada permainan total football , gaya permainan sepak bola revolusioner di mana pemain secara teratur bertukar posisi saat menguasai bola dan menyerang lawan. Sementara Belgia tidak memperkenalkan gaya permainan sensasional yang baru di Rusia. Tapi, mereka menghasilkan cukup banyak serangan balik cepat sepanjang turnamen.

Salah satunya saat meraih kemenangan di menit terakhir ketika melawan Jepang di babak 16 besar. Itu akan menjadi gol paling menegangkan dalam sejarah Piala Dunia 2018. Tapi, setidaknya, pencapaian di Piala Dunia 2018 setelah melaju ke babak semifinal sudah menjadi prestasi terbaik Belgia setelah tahun 2000- an. Mereka hanya sekali sampai di babak 16 besar (2002). Dua perhelatan berikutnya Belgia malah tak lolos kualifikasi (2006 dan 2010), kemudian mencapai perempat final pada 2014.

“Kita melihat Belgia yang luar biasa dan tersingkir oleh tim (Prancis) yang lebih solid dari kami. Kami boleh bangga dengan apa yang telah dicapai. Sebagai kapten, saya senang menjadi bagian dari tim ini,” kata Hazard, kepada Het Nieuwsblad .

Raikhul amar