Edisi 12-07-2018
Hari Indah Pogba


SAINT PETERSBURG- Paul Pogba menunjukkan kehebatannya saat membantu Prancis menyingkirkan Belgia 1-0 di Krestovsky Stadium dini hari kemarin.

Berkat penampilan apiknya, gelandang Les Bleus itu pun mendapatkan banyak pujian. Meski tidak terlibat dalam proses gol yang dicetak Samuel Umtiti, Pogba tetap dinilai menjadi salah satu pemain yang pa - ling berperan dalam kemenangan itu. Gelandang Manchester United itu sukses bekerja tanpa henti dengan menciptakan tiga peluang dan melakukan empat kali tekel sukses. Penampilan impresifnya itu langsung mendapatkan pujian khusus dari pelatihnya, Didier Deschamps. Dia menilai, Pogba mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Pemain ber - usia 25 tahun ini mampu membantu penyerangan dan bertahan dengan sama efektifnya. Hal tersebut yang membuatnya puas dengan penampilan gelandang andalannya itu.

“Semua pemain harus disebutkan, tapi benar Pog - ba bermain hampir berada di mana-mana. Tidak hanya dalam serangan, tapi dia juga efisien dalam bertahan,” ucap Deschamps, dilansir manchesterevening. Deschamps merasa permainan Pogba bisa berkembang menghadapi Belgia dikarenakan pelatih Belgia Roberto Martinez menempatkan Marouane Fellaini di tengah. Kondisi itu yang membuat pemainnya bisa lebih bebas untuk mengatur bola. Sebab, Fellaini hanya akan khawatir dengan pergerakan Pogba dan tidak fokus dengan bola. “Dia hanya melakukan sedikit kesalahan. Dia lebih kreatif dalam hal memperbaiki bola, one-on-one, dia tampil sangat baik. Paul telah tumbuh di dalam tim. Dia adalah pemain yang sangat ekspresif. Dia tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang dia lakukan di lapangan hanya dapat meningkatkan legitimasinya dalam tim,” ujar Deschamps.

Mantan Bek MU Rio Ferdinand juga memuji penampilan Pogba pada laga tersebut. Dia menilai, pemain seharga 105 juta euro itu terus berkembang dan semakin dewasa selama bermain di atas lapangan. “Kedisiplinan yang mem - buatnya dipanggil, ada pe - mahaman dan kedewasaan dalam permainannya di turnamen ini. Dia tumbuh dan muncul dari permainan ini sebagai gelandang di lapang an,” ungkapnya. Meski begitu, Pogba tak ingin terlalu memikirkan pujiannya itu. Dia merasa hanya melakukan perannya sebagai pemain dan men - coba membantu timnya meraih kemenangan. Dia juga menyatakan masih memiliki tugas penting, yakni membawa Prancis menjadi juara Piala Dunia. Karena itu, Pogba meminta kepada rekan-rekannya untuk melupakan kenangan buruk saat takluk pada final Piala Eropa 2016.

“Ini sangat indah dan bagus, tapi masih ada satu langkah lagi. Hari ini saya senang, tapi ini tidak seperti Piala Eropa. Kami punya kesempatan untuk menjadi juara, tapi kami melewatkan hal yang indah. Jadi, sekarang kami harus fokus ke final,” ungkapnya.

Raikhul amar